MAKASSAR, BKM — Kelancaran pembangunan jalan tol layang Pettarani tidak terlepas dari kontribusi unit bisnis (UB) alat berat PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) (persero). Beberapa unit alat crane atau derek berkapasitas 30 ton dan 50 ton ikut ambil bagian dalam pekerjaan yang dilakukan PT Wijaya Karya (WIKA) (Persero) Tbk.
Kepala Divisi Alat Berat PT KIMA, Imran Yamin, menjelaskan, keikutsertaan alat berat PT KIMA dalam pekerjaan adalah hasil kerjasama antara PT KIMA dan PT WIKA. ”Jadi berdasarkan kontrak antara kami dengan PT WIKA, maka untuk alat crane berkapasitas 30 ton dan 50 kami yang siapkan. Pengadaan alat ini sudah termasuk dengan operatornya,” kata Imran Yamin, ketika ditemui di Ide Kopi Graha Pena lantai satu, Selasa siang (26/11).
Menurut Imran, selain pembangunan jalan tol layang, pihaknya juga telah mensupport pembangunan power plant dan beberapa proyek konstruksi lainnya yang dibiayai pemerintah di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya Ambon, Sulbar, dan Sulteng.
”Syukur Alhamdulillah, beberapa proyek konstruksi yang dibiayai pemerintah di sejumlah daerah di Indonesia, kami dari unit bisnis alat berat PT KIMA ada terlibat di dalamnya. Kami juga sudah menjalin komunikasi untuk bekerjasama dengan PT Hutama Karya dan PT Pembangunan Perumahan. Jadi ada pekerjaan konstruksi dari kedua perusahaan ini akan melibatkan kami dalam pengadaan alat berat, khususnya crane,” tuturnya.
Dikatakan, selain dengan sesama perusahaan berplat merah, pihaknya juga membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta. Sejumlah perusahaan swasta telah dan akan bekerjasama dengan UB Alat Berat PT KIMA. Salah satu di antaranya adalah PT Vale Indonesia yang merupakan perusahaan pertambangan nikel.
”UB Alat Berat PT KIMA ini sebenarnya bukanlah perusahaan baru. Eksistensi kami sudah dimulai sejak tahun 2000. Tenaga kerja kami terutama para operator alat berat kami berpengalaman dibidangnya dan mereka sudah tersertifikasi. Sehingga para mitra usaha kami tidak perlu ada keraguan jika bekerjasama dengan perusahaan kami,” jelasnya.
Imran menambahkan, alat berat crane yang kini disiapkan terdiri dari beragam tipe. Seperti untuk kapasitas 15 ton, 25 ton, 30 ton, 35 ton, 45 ton, 45 ton, dan 90 ton.
”Kami optimis, perusahaan kami bisa tetap eksis meski ada sejumlah pihak memprediksikan kalau tahun 2020 mendatang, perekonomian dunia akan mengalami krisis. Sejumlah proyek konstruksi baik dari sektor pemerintah maupun swasta akan tetap ada ditahun 2020 nanti,” kata Imran Yamin bersemangat. (mir)

