MAKALE, BKM — Proyek patung Yesus memberkati di Buntu Burake yang didanai melalui APBD senilai Rp 30 M hingga akhir tahun 2015 pembangunannya belum tuntas. Kondisi ini kini menjadi sorotan para wakil rakyat di DPRD Tana Toraja.
Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Johanis Amping Situru mengatakan mega proyek wisata religi patung, bukan kebutuhan mendesak bagi warga Kristiani Tana Toraja, tapi yang dibutuhkan adalah infrastruktur jalan, utamanya di wilayah terpencil dan dominan di Toraja Bagian Barat.
”Setelah patung terbangun menjadi tempat maksiat kawula muda sehingga tidak heran bila dihajar warga setempat, padahal seharusnya lokasi patung menjadi tempat suci,” ujar Amping.
Dewan mengakui pihaknya sengaja mempertanyakan hal ini mengingat anggaran Rp 30 dari APBD sudah habis. Pihaknya menduga, telah terjadi mark up karena tidak senilai dengan bangunan yang ada.
Untuk itu sebagai wakil rakyat memiliki fungsi anggaran dan fungsi pengawasan mendesak pihak Kejati Sulsel turun melakukan penyelidikan dan menyeret siapapun oknum terlibat.
DAK tambahan senilai Rp 125 M tidak masuk dalam APBD-P dimana SK parsial dikeluarkan mantan bupati sejak Juli 2015, program DAK tambahan dialokasikan di 5 SKPD, Dinas PU, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Perindagkop dan RS Lakipadada.
”Hasil reses kami di lapangan ditemukan realisasi pisik tidak sesuai dengan pencairan anggaran karena didugan sebagai anggaran dimanfaatkan suksesi Pilkada,” terang mantan Bupati Tator ini.
Selain itu, dana ADD sudah dicairkan ditengarai beberapa kepala lembang habiskan bukan peruntukannya, sehingga menghindari anggaran tidak tepat sasaran, sebaiknya BPK segera melakukan audit.
Bukan hanya itu, juga Dinas Tata Ruang jangan setengah hati membongkar usaha PT Karya Mandiri di Sepon sebab tidak memiliki IMB, dan penyebab biang kemacetan.
Pembangunan gedung Dharma Wanita di kota Makale sudah sekian tahun belum juga tuntas, tidak luput dari sorotan Amping Situru, karena hingga sekarang belum difungsikan, ada apa.
(gus/C)
Dewan Tator Sorot Proyek Patung Yesus
×

