MAKASSAR, BKM — Sidang lanjutan tiga terdakwa dugaan korupsi pengadaan kapal latih SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (7/4).
Ketiga terdakwa yang disidangkan melalui aplikasi online itu, yakni mantan Kabid SMK Disdik Sulsel, Ruslim, Ketua Pokja, Maschaer Masiming, dan Pokja Pengadaan dan Penyedia, Amiruddin.
Agenda sidang yakni mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut. Saksi yang dihadirkan yakni General Manager (GM) Hotel Dinasti, Zulkifli Nur.
Zulkifli saat memberikan kesaksiannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Muhammad Yusuf Karim, mengaku telah menyimpan uang Rp900 juta dalam brankas Hotel Dinasti atas perintah terdakwa Rusli.
Zulkifli menyimpan uang tersebut dalam brankas. Karena di Hotel Dinasti ia sebagai general manager sejak 2007 hingga sekarang. Tugasnya sebagai pengontrol karyawan hotel.
Diakui Zulkifli, ia menerima uang tiga kali yang tersimpan dalam kantong plastik. Pertama dan kedua ia terima kurang lebih Rp200 juta dan ketiga kalinya kurang lebih Rp300 jutaan. Totalnya Rp 900 juta.
”Kami hitung bersama Amiruddin. Karena uang itu dibawa Amiruddin ke hotel. Sebelum Amiruddin datang ke hotel, ada dulu penyampaian dari Ruslim. Uang itu saya keluarkan atas perintah Ruslim,” akunya.
Lanjut Zulkifli mengatakan, uang tersebut diambil Muktiono sebanyak dua kali. Pertama dan kedua jumlahnya Rp250 juta. Sedang yang ketiga diambil Rp500 juta dan diambil oleh staf Ruslim.
”Saya juga tidak mengetahui untuk apa uang itu dititip. Uang itu disimpan pada November 2018 sampai Januari 2019. Saya kenal pak Ruslim karena sebelumnya sering menggunakan hotel kami saat ada acaranya,” sebutnya.
Sementara itu, salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pingkan, mengaku akan menghadirkan saksi ahli sebagai saksi terakhir dalam perkara itu. ”Minggu depan kami (JPU) akan menghadirkan saksi ahli. Itu sebagai saksi terakhir sebelum tuntutan,” ucap Pingkan.
Diketahui, pengadaan kapal latih menelan dana kurang lebih Rp34 miliar dari APBD 2018 (DAK), dengan spesifikasi yang mumpuni, di antaranya ruang kemudi beserta fish finder, GPS, radar, kompas, hingga kamar nakhoda. Kapal tersebut juga memiliki ruangan tidur siswa berkapasitas sepuluh orang.
Kemudian, di lambung kapal juga telah disiapkan cold storage berkapasitas 15 ton ikan. Lalu tiga mesin, dengan mesin utama berkekuatan 6 selinder yang membuatnya mampu melaju dengan kecepatan 2 knot.
Juga telah disiapkan tiga jenis alat tangkap ikan untuk melatih keterampilan siswa, seperti pukat cincin, long line, dam gillnet. Untuk keamanan, kapal latih tersebut telah disiapkan 25 pelampung dan tabung keselamatan yang dapat digunakan saat darurat.(mat/mir)
Hadirkan GM Hotel Dinasti sebagai Saksi
Sidang Kasus Dugaan Korupsi Kapal Latih SMK
×

