pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hotel Disiapkan Isolasi 560 ODP

NA Sudah Tandatangani Usulan PSBB Makassar

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana mengisolasi mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Rencananya, ODP tersebut akan ditempatkan di hotel.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan, semua ODP yang telah terdata nama dan alamatnya akan disediakan paket 14 hari menginap di hotel. Tujuannya agar mereka bisa merasa nyaman untuk menjalani isolasi.
“ODP yang kita sudah punya datanya akan dimasukkan paket 14 hari untuk isolasi di hotel. Kita kasih inap mereka dan buatkan program macam-macam,” kata Nurdin, kemarin.
Dari 2.749 ODP di Sulsel yang telah terdata, Nurdin mengatakan 2.000-an di antaranya telah dipantau oleh Pemprov Sulsel dan usai melewati masa inkubasi. Masih ada 560 ODP yang dikatakannya belum terpantau. Jumlah inilah yang dikatakannya akan segera ditempatkan di hotel.
Hanya saja, Nurdin belum menyebut hotel mana dan program apa saja yang akan diterima ODP selama menjalani isolasi.

Usulan PSBB Pemkot

Pemkot Makassar sudah mengajukan usulan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun sesuai mekanisme, usulan tersebut diajukan terlebih dahulu ke Pemprov Sulsel. “Surat pengajuan PSBB itu sudah di provinsi,” kata Iqbal.
Sambil menunggu usulan tersebut berproses, kata mantan kepala Balitbangda Sulsel itu, pihaknya bersama Forkopimda menyusun rencana-rencana aksi yang akan dilakukan jika PSBB diberlakukan.
Dia mengaku, sangat sulit untuk melakukan tindakan ke masyarakat jika tidak ada PSBB, karena itu akan menjadi dasar hukum untuk mengambil langkah tegas kepada mereka yang tidak mematuhi aturan.
Dalam PSBB nanti, tambah dia, beberapa hal yang akan diatur seperti pendidikan, masuk kerja, perdagangan, kegiatan keamanan, sosial budaya, dan aktifitas lainnya.
Namun, kata dia lagi, ada juga hal-hal yang menjadi perhatian khusus. Misalnya untuk penjual sembako dan kebutuhan pokok warga, supermarket, semua memungkinkan untuk tetap buka. Termasuk juga rumah makan. Selama dapat menjaga physical distancingnya, bisa take away, tidak masalah bisa tetap buka.
Selain itu, Pemkot Makassar juga sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri sebagai bagian dari pengamanan kalau nanti PSBB secara resmi diberlakukan di Makassar. “Biasanya, pengajuannya (PSBB) tidak lama,” ungkapnya.
Soal ketersediaan logistik dan sembako untuk warga saat diberlakukan PSBB selama 14 hari, menurut Iqbal, intansi terkait yakni Dinas Sosial sudah sementara melakukan pendataan.
Jika untuk data orang miskin, semuanya sudah tercover. Namun untuk warga yang profesinya terdampak covid-19, itu yang masih terus diupdating.
“Data yang ada masih dinamis. Sementara terus berproses di RT/RW,” ungkapnya.
Sementara untuk ketersediaan sembako dan logistik bagi warga nantinya, Iqbal mengaku akan berusaha dipenuhi sesuai kemampuan Pemkot Makassar. Namun pihaknya tetap berharap ada partisipasi semua pihak, khususnya yang memiliki kemampuan agar ikut membantu. Termasuk untuk orang-orang di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Tentu saja PSBB bukan hal yang mudah bagi kita, namun insyaallah kita bisa bertahan dua minggu. Tetap jaga physical distancing dan setop penyebaran virus sehingga kita bisa survive kembali,” tutur Iqbal.
Saat ini, walaupun belum memberlakukan PSBB, namun Pemkot Makassar sudah menerapkan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Rappocini, Panakkukang, Tamalate, dan Ujung Pandang.

Sudah Ditandatangani

Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan dirinya telah menerima pemgajuan PSBB dari Kota Makassar. Usulan tersebut telah ditandatanginya dan tinggal dikirim ke Kementerian Kesehatan.
“Usulan PSBB Makassar sudah saya tandatangani, tinggal saya kirim ke pusat,” katanya.
Nurdin mengakui, hingga saat ini baru Makassar yang mengajukan PSBB. Ia masih menunggu apakah ada kabupaten/kota lain yang ingin mengajukan hal serupa.
Menurut Nurdin, yang paling penting sebenarnya dari PSBB adalah masyarakatnya. Karena jika masyarakat masih terus berkeliaran, maka penerapannya juga tidak akan maksimal.
“Sekuat apapun PSBB, komitmen masyarakat kita yang penting. Kalau masih ada OTG (orang tanpa gejala) yang berkeliaran, menyebar juga. Dan itu pembunuh potensial,” tegasnya. (rhm-nug)



×


Hotel Disiapkan Isolasi 560 ODP

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar