MAKASSAR, BKM — Penyidik Polda Sulsel terus melakukan pendalaman atas dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Puskesmas Batua senilai Rp25,5 miliar. Puskesmas Batua yang terletak di Jalan Abullah Daeng Sirua, Kota Makassar dibangun dengan menggunakan anggaran APBD Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Namun sejak 2018 lalu, proyek pembangunan Puskesmas yang dikerjakan PT Sultana Nugraha ini tak juga kunjung rampung dikerjakan dalam tahap awal pembangunan konstruksi. Dimana, fakta di lapangan ditemukan progres pembangunan Puskesmas Batua yang rencananya dijadikan Rumah Sakit tipe C.
”Inilah yang sementara kita masih dalami. Kenapa proyek pembangunannya tidak selesai-selesai dibangun dan terbengkalai seperti itu,” ujar Direktur Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus) Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus Berlianto Pangaribuan, Selasa (5/5).
Augustinus mengatakan, saat ini pihaknya telah mengantongi alat bukti awal terkait proyek pembangunan gedung di Puskesmas Batua. Dimana disinyalir adanya dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.
Hanya saja Augustinus masih enggan membeberkan terlalu jauh terkait soal penyimpangan tersebut. ”Tunggu saja hasilnya. Pasti akan kita ungkap nanti, faktanya seperti apa,” tandasnya.
Pastinya, kata perwira tiga bunga ini, pihaknya akan bekerja secara profesional dalam mengusut kasus Puskesmas Batua ini. ”Alat bukti awal yang kita kantongi masih sementara kita telisik atau pelajari dulu, apakah ada penyimpangan atau tidak. Kalau ada penyimpangan berarti ada kerugian negara,” tukas Augustinus. (mat/mir)
Polda Telisik Indikasi Penyimpangan Puskesmas Batua
×

