pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BPJS Kesehatan Telah Memberi Dampak Positif

MAKASSAR, BKM — Sejak mulai beroperasi sekitar enam tahun lalu atau pada tahun 2014, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebetulnya telah banyak memberi banyak dampak sosial positif kepada masyarakat.
Namun dampak sosial positif tersebut, kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, luput dari perhatian masyarakat akibat masalah defisit keuangan yang dialami BPJS Kesehatan.
Dalam enam tahun terakhir, tercatat total pemanfaatan layanan badan sosial itu sudah mencapai 1,1 miliar kali. Pada tahun lalu misalnya, rata-rata pemanfaatan ke fasilitas kesehatan (Faskes) sebanyak 756.515 kali kunjungan per hari kalender atau 32.000 kunjungan pemanfaatan per jam.
”Secara total pemanfaatan dalam enam tahun sudah mencapai 1,1 miliar kunjungan pemanfaatan,” kata Fahmi dalam webinar daring, Jumat (5/6).
Dari jumlah kunjungan sebesar itu, ada empat dampak sosial positif yang sudah diukur berdasarkan kajian Universitas Indonesia dan dipaparkan Fahmi dalam materi presentasinya.
Pertama, yakni layanan BPJS Kesehatan berkontribusi meningkatkan kohesivitas sosial sebesar 13,6 persen di 2015 dan di atas 14 persen pada 2016, atas turunnya rasio gini pada tahun tersebut.
Kedua, meningkatkan taraf usia harapan hidup di Indonesia dengan kontribusi 1 persen penambahan pemanfaatan layanan rawat inap, sudah menambah 0,31 tahun usia human capital nasional.
Ketiga, layanan badan sosial ini juga menjadi perlindungan finansial keluarga, dimana membantu mencegah para pasien jatuh ke dalam garis kemiskinan akibat biaya berobat. Karena out of pocket atau biaya pengeluaran pasien dan keluarga mengalami penurunan selama penggunaan layanan BPJS Kesehatan.
Keempat, kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi yakni terdapat multiplier effect kepada sektor lainnya seperti industri kesehatan dan farmasi, rumah sakit, serta dengan pertambahan satu persen peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS), akan meningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) perkapita senilai Rp1 juta rupiah.
Hingga 13 Mei 2020 lalu, BPJS Kesehatan mencatat klaim jatuh tempo senilai Rp4,4 triliun. BPJS Kesehatan juga memiliki outstanding claim Rp6,2 triliun, klaim belum jatuh tempo Rp1,03 triliun, dan carry over defisit dari 2019 senilai Rp15,5 triliun.
Saat ini, jumlah peserta BPJS Kesehatan mencapai sekitar 223 juta penduduk Indonesia. Dari angka itu, jumlah paling banyak berasal dari kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) mencapai 132,6 juta peserta dari dana APBN dan APBD. (rls)




×


BPJS Kesehatan Telah Memberi Dampak Positif

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar