SEJAK covid-19 berjangkit di Kabupaten Gowa, jajaran kepolisian di daerah ini tak tinggal diam. Berbagai sektor diawasinya. Bukan hanya pada sektor keamanan, tapi juga sisi kemanusiaan.
TAK dipungkiri, di saat pandemi berlangsung, perekonomian masyarakat seakan lumpuh. Hampir semua terkena dampak. Rakyat begitu kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Polres Gowa bersama pemerintah kabupaten kemudian berjalan beriringan membantu warga. Selain menyiapkan kebutuhan pokok dalam bentuk paket sembako, Polres Gowa juga membuka dapur umum. Jajaran TNI dari Kodim 1409 Gowa pun dilibatkan.
Awal dapur umum didirikan kepolisian dan TNI, ketika Gowa menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari pada 4-17 Mei 2020. Selama masa PSBB itu, tim dapur umum polres-TNI terus menyediakan makanan siap saji dalam bentuk nasi bungkus.
Setiap hari diproduksi 400 bungkus nasi dengan lauk pauk yang komplit dan bergizi. Makanan ini pun dibagikan kepada warga kurang mampu serta terdampak covid-19 lainnya, yang setiap hari beraktivitas di jalanan.
Jika Pemkab Gowa melakukan penyaluran paket sembako demi memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu dan terdampak, maka polres ikut berpartisipasi. Ini bentuk kegotongroyongan yang diberikan Polres Gowa untuk daerahnya.
Sejak dapur umum didirikan, personel kepolisian, Kodim 1409, dan para ASN Polres Gowa terus berjibaku menyiapkan makanan setiap hari dan membagikannya jelang waktu makan siang.
Agar aktivitas dapur umum ini berkesinambungan dalam pemenuhan bahan baku untuk diolah, Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola pun berinovasi. Ia mencari cara agar dapur umum tidak kehabisan pasokan lauk.
Akhirnya, kapolres asal Sulawesi Utara ini menemukan solusinya. Budidaya ikan tawar ditempuh. Puluhan ribu ikan tawar jenis nila ditebar di kolam maupun sungai dengan menggunakan sistem keramba.
Penebaran benih ikan nila ini sudah dilakukan sejak Mei lalu dan Juni ini. Seperti yang dilakukan di danau Mawang, Kecamatan Somba Opu dan danau rawa di Kecamatan Pattallassang, Minggu (7/6) lalu.
Bibit ikan tersebut diharapkan pada saat masa panen nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendukung logistik dapur umum TNI-Polri Gowa, yang hingga saat ini masih terus dibuka untuk membantu masyarakat prasejahtera di tengah pandemi covid-19.
“Dapur umum kita telah beroperasi kurang lebih dua bulan. Telah mendistribusikan ribuan paket makanan siap saji untuk keluarga pra sejahtera. Syukurlah, karena selama kami buka dapur umum ini, banyak dermawan yang datang. Baik dari kalangan komunitas, lembaga, perusahaan, kantor-kantor maupun personal,” ujar AKBP Boy F Samola.
Mereka menyalurkan bantuannya ke dapur umum berupa bahan makanan seperti telur, beras, sayuran hingga air mineral. ”Semua ini sangat membantu kami. Dan untuk membuat dapur umum tetap eksis, maka kami melakukan budidaya ikan yang tujuannya sebagai stok lauk dapur umum,” tambahnya.
Untuk saat ini, penebaran benih ikan oleh jajaran Polres Gowa sudah sebanyak 53.500 benih ikan nila dan lele. Masing-masing 20.000 ekor ikan nila di Danau Mawang, 1.500 ekor ikan nila di Kampung Balangpapa, Desa Timbuseng (Kecamatan Pattallassang), 25.000 ekor ikan nila di Kampung Sileo, Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng, dan 7.000 ekor ikan lele yang dikeramba di sungai Jeneberang, Kecamatan Pallangga.
Selain budidaya ikan air tawar, kata Boy F Samola, pihaknya juga melakukan ternak ayam pedaging di Kecamatan Manuju yang jumlahnya ribuan ekor. Bahkan sudah dipanen dan diolah setiap hari di dapur umum.
“Semoga apa yang kami lakukan ini menjadi berkah dalam melaksanakan tugas-tugas dapur umum menyiapkan logistik yang dibagikan gratis bagi masyarakat di Gowa. Semoga juga ikan nila dan lele kita cepat berkembang, sehingga bisa segera dipanen untuk melengkapi lauk pauk makanan nasi yang disiapkan setiap hari. Semoga apa yang kami lakukan (dapur umum) di masa pandemi ini bisa meringankan beban keseharian masyarakat,” tandasnya. (sar)

