MAKASSAR, BKM — Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menargetkan bisa menurunkan angka kasus covid-19 secara stimultan di minggu ketiga Juli. Dengan catatan, seluruh masyarakat secara massif menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Terutama dalam mengenakan masker dan jaga jarak.
Lelaki yang juga menjabat kepala Dinas Bina Konstruksi itu menjelaskan, untuk menekan angka pertambahan covid-19, anggaran yang besar bukan tolok ukur yang paling penting.
“Yang perlu dilakukan adalah bagaimana menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Sederhana saja. Kita pake masker, jaga jarak, terapkan protokol kesehatan,” jelas Rudy di sela-sela kunjungannya ke Graha Pena Makassar, Rabu (1/7).
Dia mengatakan, yang menjadi persoalan selama dua kali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan, tingkat kepatuhan masyarakat masih di level 60 hingga 70 persen. Usai PSBB, tidak dilanjutkan dan disertai dengan edukasi penanganan covid. Akibatnya, jumlah orang yang positif tidak berkurang.
“Begitu PSBB dibuka, langsung euforia. Seperti anak ayam yang dikurung, dibuka kurungannya langsung lari ke mana-mana. Ditambah kebijakan melonggarkan. Akhirnya terjadi peningkatan,” jelasnya.
Menyikapi persoalan itu, Rudy mengambil langkah dengan mencoba melakukan klasterisasi pada tiga perilaku, yakni kepatuhan protokol kesehatan, kejujuran, dan kebersamaan dalam menanggulangi covid.
“Jika tiga perilaku ini direalisasikan, tidak perlu anggaran besar sampai ratusan miliar. Tidak perlu PSBB. Pakai masker saja semua,” tambahnya.
Diapun sudah menyiapkan langkah strategis pengendalian covid, yakni edukasi massal, tracing, perbanyak rapid test, lakukan pengawasan massif hingga RT/RW, pusat perbelanjaan, pasar, rumah makan, dan tempat umum lainnya.
Rudy juga akan menerapkan pembatasan orang keluar dan masuk Makassar. Karena itu, saat ini sedang digodok perwali baru yang akan menggantikan Perwali 31 Tahun 2020 terkait protokol kesehatan. Salah satu yang akan dibahas terkait orang yang akan masuk Makassar harus mengantongi surat keterangan bebas covid-19.
NA Pasrah Keputusan Yusran
Pascadiganti sebagai Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf langsung mengundurkan diri sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel. Surat pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Gubernur Sulsel tertanggal 26 Juni 2020.
Gubernur HM Nurdin Abdullah mengaku telah menerima surat pengunduran diri dari Yusran Jusuf. Ia bersikap pasrah dengan keputusan Yusran.
Menurut Nurdin, dirinya tidak memiliki niat untuk mengganti Yusran dari kepala Bappelitbangda. Namun keputusan Yusran juga tak bisa dipaksakan olehnya.
“Tidak ada niat kita mau mengganti. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan,” ujarnya singkat.
Menyusul pengunduran diri Yusran, posisi kepala Bappelitbangda kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Yang ditunjuk adalah sekretaris Bappelitbangda.
“Sudah ada suratnya dan kita sudah tindaklanjuti. Sekretaris Bappelitbangda yang jadi plt,” katanya.
Sementara untuk pejabat definitifnya, selanjutnya akan dilakukan lelang jabatan. Namun Nurdin belum memiliki rencana kapan lelang untuk kepala Bappelitbangda dilaksanakan. (rhm-nug)

