pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Indonesia Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri

JAKARTA, BKM — Sejumlah negara telah membatasi ekspornya, baik untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona itu sendiri maupun sebagai langkah mengamankan ketersediaan masing-masing.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan, salah satu solusi untuk menghadapi proteksionisme negara-negara yang menyetop sementara ekspornya adalah perjanjian dagang. Pasalnya, dengan perjanjian dagang ada suatu kontrak yang tetap harus dijalankan antara kedua negara.
”Interdependensi antar negara adalah sebuah keniscayaan. Tidak mungkin sebuah negara memenuhi kebutuhannya sendiri secara utuh. Tidak mungkin pula sebuah negara bisa menyediakan kebutuhan-kebutuhan dengan efisien tanpa perdagangan antar negara,” kata Jerry dalam keterangan resminya, Selasa (14/7.
Jerry mencontohkan penyediaan alat-alat kesehatan di tengah pandemi Corona yang membutuhkan kerja sama antarnegara. Negara yang memiliki stok lebih bisa mengekspor ke negara-negara yang membutuhkan tanpa harus dibebani tarif tinggi.
Menurut Jerry, proteksionisme dalam jangka pendek baik untuk memitigasi dampak Corona terhadap perekonomian suatu negara. Namun, dalam jangka panjang negara harus tetap membuka diri dalam perdagangan internasional.
“Menutup diri secara penuh adalah sesuatu yang tidak mungkin. Bahkan, Korea Utara yang sangat tertutup sebenarnya tidak tertutup sama sekali dengan perdagangan antarnegara,” ujarnya.
Indonesia akan tetap mengutamakan kebutuhan dalam negeri sebelum mengizinkan ekspor yang dilatarbelakangi perjanjian dagang itu sendiri. ”Tujuan kita jelas, apapun perundingan dagang Indonesia dengan negara manapun, harus mencerminkan kepentingan dalam negeri dalam upaya menyejahterakan rakyat. Kita harus mencermati seluruh butir perundingan agar tujuan itu tercapai,” tegasnya. (int)



×


Indonesia Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar