pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Huntara Disiapkan untuk Pengungsi

Dibangun Pemprov-Kementerian PUPR, Lokasi di Luar Masamba

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah, Kamis (16/7) meninjau lokasi banjir bandang di Luwu Utara. Hingga kemarin, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, korban meninggal dunia sebanyak 24 orang dan 69 dinyatakan hilang.
Upaya pencarian orang masih terus dilakukan. Termasuk membuka akses jalan. Nurdin menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini.
“Atas nama pemerintah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah banjir yang menelan korban jiwa. Semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Allah Swt,” kata Nurdin.
Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi para korban. Nurdin Abdullah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono untuk membuat hunian di luar Kota Masamba.
Nurdin menjelaskan, pihaknya telah berkeliling Masamba. Yang menjadi permintaan utama masyarakat adalah hunian sementara. Merekatrauma jika sementara harus tetap tinggal di Masamba.
“Banyak masyarakat tidak mau ditampung di kota (Masamba). Mereka trauma. Kami bersama TNI Polri sedang menyiapkan hunian sementara. Lahan masyarakat sudah siapkan. Jadi minggu ini kita akan mulai. Kita sudah keliling. Mereka hanya minta itu saja. Kalau bisa ada hunian sementara,” jelasnya.
Berbagai alat berat pun juga telah disiapkan di lokasi banjir bandang. Pasir-pasir dan lumpur yang ada di sana akan diangkat, agar secepatnya lokasi tersebut pulih kembali.
Para korban yang saat ini masih belum ditemukan, masih terus dicari. Tim SAR, dikatakan Nurdin, hingga saat ini terus melakukan pencarian hingga semuanya bisa ditemukan.
“Untuk bantuan pangan, Alhamdulillah lancar. Semua kabupaten/kota datang memberi bantuan sembako. Mereka juga mendirikan posko-posko di sini,” ungkapnya.

Distribusi Masker

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menjelaskan, saat ini pihaknya fokus membuka akses jalan yang masih terisolir. Terutama di poros nasional.
“Jalur ini kan kan urat nadi lalu lintas dan perekonomian. Terutama untuk mendistribusikan logistik pada beberapa wilayah pengungsian di Kabupaten Luwu Utara,” kata Indah.
Ia menambahkan, bantuan bagi warga terisolir sudah dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua. “Misalnya di daerah pegunungan di Kota Masamba, mengingat memang aksesnya terputus. Baik jembatan gantung maupun jembatan beton terputus. Jadi kami cari jalan pegunungan,” sebutnya.
Penanganan warga di pengungsian juga menjadi perhatian. Apalagi di tengah pandemi covid-19. Status terbaru penularan covid-19 risiko rendah.
“Teman-teman kami sudah membentuk posko kesehatan di lapangan. Termasuk dalam rangka mengedukasi masyarakat agar kembali mau menjaga jarak, walaupun sangat berat kondisinya,” jelasnya.
Masker juga didistribusikan. Bantuan seperti dari PMI disalurkan melalui Dinas Kesehatan Lutra. Adapun status bencana ini tanggap darurat selama satu bulan.
Kepala BPBD Lutra Muslim Muchtar menjelaskan, hampir semua relawan, baik Basarnas dan BPBD di empat kabupaten/kota di Luwu Raya telah turun membantu. Demikian juga daerah lainnya.
“Fokus pada hari ini (kemarin) pada pencarian orang hilang. Dari data yang ada, 69 orang dilaporkan hilang. Kemudian yang ditemukan meninggal itu ada 24 orang. Lima di antaranya kita tidak bisa identifikasi,” jelasnya.
Upaya pembersihan jalur trans Sulawesi juga dilakukan. Terutama dalam rangka memobilisasi logistik sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Khususnya bagi para pengungsi.
Saat ini tercatat ada 39 titik pengungsian. Yang disiapkan oleh pemkab kurang lebih 20 titik. Ini semua membutuhkan suplai makanan, baik makanan cepat saji maupun yang bisa bertahap untuk 2-3 hari ke depan.
Bantuan makanan juga masih sangat dibutuhkan para korban. Karena diperlukan waktu yang cukup lama untuk pemulihan.
Kebutuhan mendesak dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah sanitasi portable. Demikian pula alat berat yang akan digunakan untuk memindahkan material, serta alat untuk mengisap air.
“Kenapa ini penting? Karena kita sekarang semua infrastruktur rusak. Termasuk sanitasi portabel. Karena listrik sering padam, maka kita butuh lampu portabel,” pungkasnya.
Jalur alternatif di Salulemo sempat mengalami kemacetan yang cukup parah, kemarin. Jalan yang kecil dan sempit ini dimanfaatkan sebagai akses bagi mobil untuk melintas.
Sementara poros Sulawesi di Radda telah terbuka, yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut bantuan. Untuk kota Masamba, jalan poros masih tertutup. Pengendara masih menggunakan jalur jalan lingkar selatan.

Gunung Longsor

Di bagian lain penjelasannya, Bupati Indah membenarkan adanya gunung di sekitar hulu sungai yang mengalami longsor. Namun ia membantah jika pemyebabnya adalah adanya alih fungsi lahan.
Menurut Indah, memang ditemukan adanya dua gunung yang mengalami longsor saat banjir bandang terjadi. Material dari longsoran inilah yang terbawa air hingga ke hilir dan menyebabkan banjir bandang. Dua gunung tersebut adalah Gunung Lero dan Gunung Magandang.
Gunung Lero longsor dan materialnya turun ke Sungai Radda. Sementara Gunung Magandang, materialnya turun ke Sungai Masamba.
“Dari laporan teman-teman KPH (Kesatuan Pengelola Hutan) Sungai Rongkong dan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara, untuk sementara berdasarkan hasil assesment itu, penyebab banjir akibat terjadinya longsoran yang cukup besar di pegunungan Lero yang mengarah ke sungai Radda. Begitu juga dengan gunung Magandang yang materialnya turun ke Sungai Masamba,” jelas Indah.
Ia meyakinkan, longsornya dua gunung tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi terjadi di sana. “Jadi ini betul-betul karena curah hujan yang sangat tinggi, yang menyebabkan longsoran lebih dari 20 titik di pegunungan tersebut,” sebutnya.
Indah menegaskan, tidak ada pembukaan lahan seperti kabar yang beredar selama ini. Longsor di dua lokasi tersebut, dikatakannya murni faktor alam.
“Kami pastikan tidak ada izin perkebunan dan izin tambang di dua tempat tersebut,” tegasnya. (nug)




×


Huntara Disiapkan untuk Pengungsi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar