RANTEPAO, BKM — Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring yang disampaikan dalam rapat paripurna, Sabtu (23/1) menuai kritikan dari sejumlah fraksi di DPRD Torut.
Fraksi Gerindra juru bicaranya Semuel Dedi Rantepasang mengatakan catatan fraksinyadengan catatan bagaimana membenahi kekurangan yang terjadi selama ini terutama proses pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Sehingga masukan dari fraksi Gerindra menjadi motivasi kedepan bagaimana membangun Toraja Utara kedepan lebih baik.
”LKPJ bupati bertujuan merancang program kerja dimana pada hasil ahir dan epaluasinya dilaporkan dan disampaikan kepada dewan, dan informasi kepada masyarakat baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang,”ujar Dedi Rantepasang.
Juru bicara Fraksi Golkar Ronny Mappilay Katunde menjelaskan tugas dan wewenang bupati adalah mewujudkan program pembangunan sesuai visi dan misi pemerintah daerah.
Progres dan penajaman pembangunan baik didanai APBD maupun APBN keberhasilannya menjadi tolok ukur pembangunan dinikmati masyarakat. ”Memberikan penilaian keberhasilan pemerintah dinilai seberapa besar hasil pembangunan dinikmati masyarakat dan pertanggungjawabannya kepada dewan,” ujar Ronny.
Wakil Ketua DPRD Torut ini mengakui kepemimpinan bupati telah berlalu, meski begitu pokok pikiran serta gagasan diutarakan pimpinan daerah menjadi masukan dan pembehanan bagi seluruh stake holder dan SKPD mewujudkakan kesejahteraan masyarakat.
Sekkab Torut Lewaran Rantela`bi setelah mendengar dan menyimak masukan fraksi dewan, apresiasi pemerintah daerah atas kesungguhan dan kepeduliannya anggota dewan pemerintahan di Toraja Utara kedepan lebih baik.
Rekomendasi dan sanggahan dari dewan utamanya memberi perhatian pengelolaan asset daerah, sebagai manusia biasa tentu ada saja hal yang tidak pernah kita sadari yang terlewatkan, sehingga besarnya perhatian dewan menjadi perhatian Pemda segera ditindaklanjuti.
Diakui Lewaran, 5 tahun terakhir masa kepemimpinan di Toraja Utara kami sadari masih banyak kekurangan yang perlu penyempurnaan. ”Tak ada gading yang retak sehingga mengantar Toraja Utara lebih baik sesuai lagu aku masih seperti yang dulu kita ubah menjadi Cinta dan Permata. Jika ada cincin yang patah jangan disimpan dalam laci, namun jika ada salah dan kekurangan selama ini jangan simpah didalam hati,” imbuh Lewaran (gus/C).
Legislator Kritik LKPJ Bupati Sorring
×

