MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah bertindak sebagai inspektur upacara pada puncak peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, yang dilaksanakan di Pelataran Rumah Jabatan Gubernur, Senin (17/8).
Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI yang tahun ini mengangkat tema; Indonesian Maju. Bertindak sebagai Komandan Upacara (Danup) Danyon Kav 10 Mendagiri Letkol Kav Agung Wira, lulusan Akademi Militer tahun 2001.
Peringatan upacara di tengah pandemi covid-19 ini dihadiri pejabat Forkopimda dan secara terbatas oleh pejabat Pemprov Sulsel, perwakilan keluarga veteran dan pejuang. Peserta upacara dari TNI Polri dan ASN, hanya terdiri dari satu baris.
Berbeda dari tahun sebelumnya, untuk pasukan pengibar bendera (Paskibra) hanya tiga orang. Terdiri dari pembentang, pengibar dan pengerek. Mereka yakni Aldo Octavian Trinakita (SMAN 1 Selayar), Muh Khairil Azhar (SMAN 1 Takalar), dan Salsabiella Hafsah Badwi (MAN 2 Makassar). Demikian juga untuk penurunan bendera, juga terdiri dari tiga orang Paskibra. Total hanya ada enam orang yang bertugas.
Nurdin menyampaikan, HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ini diperingati sebagai puncak dari seluruh perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan negara tercinta. Serta menjadi momentum bagi Indonesia dan Sulsel, agar menjadi lebih baik ke depan.
“Oleh karena itu, momentum ini hendaknya dijadikan sebagai landasan semangat juang yang tinggi. Walaupun bangsa kita tengah dilanda berbagai ujian seperti pandemi covid-19, banjir dan tanah longsor di berbagai daerah,” kata Nurdin.
Namun, hal tersebut tidak menjadi halangan untuk dapat berbuat lebih banyak guna mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia. Sehingga cita-cita luhur para pahlawan dapat tercapai.
Dengan harapan, setiap elemen masyarakat dapat merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya sesuai dengan pengamalan sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Untuk mewujudkan keinginan luhur para pahlawan, Pemerintah Provinsi Sulsel sedang melakukan program pembangunan yang menyentuh secara langsung pada lapisan masyarakat. Antara lain, membuka akses ke daerah yang terisolir, pembangunan di pulau-pulau, serta berbagai program lainnya. Namun, apa yang dilaksanakan saat ini masih memerlukan pembenahan.
“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dan doa segenap lapisan masyarakat Sulsel. Dirgahayu Republik Indonesia ke-75, Jayalah Indonesia,” pungkasnya.
Jadikan Momen Empati
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 tingkat Kota Makassar digelar berbeda pula. Upacara dilakukan dengan jumlah peserta yang terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.
Jika tahun sebelumnya dilaksanakan di Lapangan Karebosi dan dihadiri ribuan peserta, kali ini berlangsung di lapangan Balai Kota. Peserta pun terbatas, yang terdiri dari Forkopimda beserta jajaran SKPD lingkup Kota Makassar.
”Meski demikian, pelaksanaan upacara berjalan khidmat dan tidak mengurangi substansi pelaksanaan upacara,” kata Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin selepas menunaikan tugas selaku inspektur upacara, Senin (17/8).
“Kita patut bersyukur, meski di tengah pandemi masih dapat melaksanakan upacara dengan khidmat. Sesuai dengan tagline Indonesia Maju, mari kita satukan kebersamaan, bersatu padu, satukan tekad berjuang bersama melawan covid-19,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Rudy kala membacakan sambutan seragam Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, yang meminta agar masyarakat, pemerintah, dan seluruh stakholder bahu membahu mengurangi potensi penularan covid-19.
“Pandemi ini tidak hanya memberi dampak bagi dunia kesehatan, tetapi juga perekonomian dunia hingga daerah. Momen ini jadikan empati untuk bersatu padu menyatukan kekuatan,” ujarnya.
Pandemi covid-19 menjadi pelajaran tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai mana yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa.
“Pemerintah tidak akan mungkin bisa menangani pandemi ini tanpa dukungan, partisipasi dan peran serta masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi dan rekan-rekan media,” lanjutnya.
Menurutnya, peran serta dapat dilakukan dengan tidak menjadi bagian dalam penularan covid-19, dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. (rhm-nug)

