pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Parpol Pengusung Mulai Adu Strategi

MAKASSAR, BKM–Sepuluh Partai pemilik kursi di DPRD Makassar serta empat partai non parlemen mulai memanaskan mesin partainya, pascapendaftaran yang dilakukan empat pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.
Mereka mengaku siap mempertaruhkan kemampuannya bersama kadernya hingga di tingkat paling bawah guna memenangkan pasangan calon yang diusung di pilwali Makassar 9 Sesember mendatang.
Golkar dibawah kendali Farouk M Betta bersama Anwar Farouk dari PKS serta Hamzah Hamid dari PAN akan berjuangkan memenangkan pasangan None-Zunnun.”Tak ada pilihan, kami semua akan berjuang untuk kemenangan Imun,”jelas Aru-panggilan akrab Farouk M betta.
Nasdem dan Gerindra juga telah bekerja untuk pasangan Danny-Fatma. “Tugas sudah terbagi tinggal dijalankan,”jelas sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif.
Wakil Ketua DPD PDIP Makassar Raizuljaiz juga yakin meskin partainya akan optimal bekerja untuk memenangkan pasangan Deng Ical-Fadli Ananda.
Adi Rasid Ali yang juga Ketua DPC Demokrat Makassar mengaku jika kader partai pengusung Appi-Rahman sudah massif bergerak di lapangan.
Lantas seperti apa pengaruh partai pengusung dan pendukung empat pasangan calon, Pengamat Politik dari Unhas, Dr Ali Armunanto menegaskan, bila tentu ada pengaruh dari parpol terhadap kekuatan politik calon, dengan catatan partai tetap berrkomitmen dan mau menggerakkan mesin dan jejaring politiknya untuk memenangkan paslonnya, jelas Ali.
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad juga mengakui ada pengaruh partai politik untuk memenangkan pasangan calon yang diusungnya di pilwali.”Pengaruh partai tergantung pada kerja politiknya dalam pilwali. Jadi tidak jaminan hasil pemilu dapat garansi menangkan usungannya,”jelas Firdaus Muhammad.
Sementara itu, empat pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar mulai bergerak membuat simpul-simpul pemenangan. Bahkan mereka semakin intens melakukan sosialisasi dan konsolidasi untuk mendapatkan simpati masyarakat.
Seperti halnya pasangan None-Zunnun, mereka akan melakukan peresmian posko pemenangan Imun. Posko tersebut berada di Jalan Mapala dan akan dihadiri beberapa tim pendukung dan simpatisan.
Irman menyampaikan, posko tersebut akan menjadi tempat konsolidasi tim. Segala ide akan dirembukkan untuk selanjutkan dieksekusi.”Kita akan matangkan ide di posko tersebut, untuk selanjutnya dilaksanakan. Termasuk bagaimana program yang telah disusun dipikirkan, agar bisa terlaksana dengan baik nantinya,” terang None, sapaan Irman.
Pada peresmian posko juga akan digelar doa bersama agar posko tersebut diberkahi Allah SWT.
“Tentu harapan kita semua, posko dan semua tim inilah nantinya yang akan mengantarkan Pak None dan Pak Zunnun memimpin Kota Makassar,” ujar juru bicara Imun Arvelia Arifin.
Arve melanjutkan, optimisme None-Zunnun untuk memenangkan pilwali Makassar makin terbuka lebar. Selain pasangan ideal karena perpaduan birokrat ulung dan pengusaha muda, keduanya juga punya program yang sangat dibutuhkan warga Kota Makassar.
“None-Zunnun paham betul kondisi Makassar dan penduduknya saat ini. Makanya selaga permasalah tersebut sudah dibuatkan program yang akan menjadikan Makassar lebih baik dan maju di masa mendatang,”kuncinya.
Pasangan None-Zunnun diusung PAN, PKS dan Golkar yang masing-masing mengontrol lima kursi serta PKPI sebagai pendukung.
Adapaun pasangan Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi (Adama) berkomitmen tetap fokus pada kesejahteraan ketua Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW). Komitmen itu sudah tertuang dalam program strategis Danny-Fatma tentang revolusi SDM dan percepatan reformasi birokrasi menuju SDM kota yang unggul dengan pelayanan publik kelas dunia bersih dari indikasi korupsi.
Danny mengatakan, kesejahteraan RT/RW seperti terlupakan setelah dirinya tidak lagi menjabat Wali Kota Makassar. Padahal, Ketua RT/RW adalah ujung tombak terdepan, sekaligus perpanjangan tangan dari pemerintah.”Insentif RT/RW Rp1 juta, fasilitas telepon, dan pulsanya serta langganan koran sebagai ‘update pengembangan wawasan’ sekarang tidak pernah terdengar lagi,” ucap Danny.
Bagi Danny, peran RT dan RW di tiap kelurahan sangat penting dalam percepatan sebuah program pemerintah maupun pembangunan. Sebab, RT dan RW yang paling mengenal wilayahnya di tingkat bawah. Perannya dapat dimaksimalkan sepanjang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Pasangan Danny-Fatma diusung Partai Nasdem dengan enam kursi serta Gerindra dengan lima kursi. Partai Berkarya, Gelora dan PBB menjadi partai pendukung.
Anggota Fraksi PKB DPR RI, Andi Muawiyah Ramly, mengapresiasi bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan).
Pujian tersebut lantaran Dilan sudah menyusun program pemulihan dampak covid-19, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi.”Tantangan kepala daerah pada masa mendatang adalah pemulihan dampak virus korona. Makanya, kalau ada kandidat yang telah menyusun program dan solusi permasalahan tersebut, itulah sosok pemimpin visioner. Nah, kita lihat Dilan yang paling siap memberi solusi, dimana mereka sudah persiapkan pemulihan dampak dari sisi ekonomi maupun kesehatan,”ujar Andi Muawilayh Ramli, Selasa (8/9).
Mantan Komisaris Bulog ini mengimbuhkan pemulihan dampak Covid-19 menjadi agenda bersama melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Politikus PKB ini menekankan bila daerah ingin cepat bangkit dari dampak virus korona, dibutuhkan pemimpin visioner dan peduli. Diperlukan pula ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak terkait guna memulihkan dampak Covid-19.
Selanjutnya, Dilan juga berkomitmen akan melibatkan seluruh stakeholder dalam kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru untuk kampanye hidup sehat, dimana segala aktivitas harus merujuk pada protokol kesehatan. Terakhir, selama masa pandemi, Dilan menjamin membebaskan seluruh biaya tindakan medis pasien Covid-19.
Bakal calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi mendapat pujian atau apresiasi dari Direktur Eksektufi Damai Bangsa Institute, M Rusydi Arif.
Rusydi Arif yang juga alumnus Al Azhar Mesir mengungkapkan bila selama tiga tahun terakhir ini, Appi sebelum berpasangan dengan Dr Abdul Rahman Bando telah mencuri perhatian banyak orang bukan karena dia menjadi menantu seorang tokoh nasional dari Sulsel HM Aksa Mahmud, dan keponakan mantan Wakil Presiden Indonesia, HM Jusuf Kalla, tapi dianggap rerepresentasi kaum muda Sulsel yang memiliki pemikiran, visi besar untuk membawa Makassar jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Karena beberapa tahun belakangan ini terjadi penurunan prestasi di berbagai sektor, terutama pendidikan, tingkat kesejahteraan masyarakat rendah, pengangguran semakin bertambah, dan tatakelola pemerintahan yang tidak terkelola dengan baik, dan seteursnya.
Sosok Appi begitu familiar dan dekat dengan warga Makassaar. Tiap hari tanpa rasa lelah ia berkunjung dan menyambangi warga. Ia menyapa warga dari satu titik ke titik lainnya, dari satu gang ke gang lainnya, dan dalam sekejap berdialog dengan warga tentang pelbagai macam persoalan yang menghimpitnya.(rif)




×


Parpol Pengusung Mulai Adu Strategi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar