MAKASSAR, BKM — Gabungan dari tim Thunder Polda Sulsel, tim Patmor Polda Sulsel, tim Penikam Polrestabes Makassar, serta aparat Polsek Bontoala dan Tallo, kembali turun ke Jalan Kandea. Tepatnya di area kanal. Setelah menerima informasi jika dua kelompok warga di lokasi tersebut terlibat tawuran lagi.
Kedua kelompok warga di area perbatasan kanal Bunga Ejaya, Kecamatan Tallo dan Barabaraya, Kecamatan Bontoala yang sementara saling serang menggunakan batu dan panah. Mereka dibubarkan setelah petugas menyemburkan gas air mata.
Tak ada korban luka dari kejadian tersebut. Petugas kepolisian terus berjaga-jaga sambil melakukan penyisiran. Dari hasil penyisiran, petugas mengamankan barang bukti berupa pecahan batu serta sejumlah panah (busur) yang digunakan kedua kubu terlibat tawuran.
Menurut warga sekitar, pelaku tawuran bermunculan saat melihat banyak warga berdatangan dengan maksud menonton.
”Kalau sudah banyak warga yang lalu lalang berkumpul dan memang bermaksud hendak menonton, para pelaku (kedua kelompok), terpancing. Kalau besi jembatan dan tiang listrik diketuk, tawuran dimulai. Begitu pun jika petugas datang, mereka ketuk lagi tiang besi dengan maksud segera kabur,” kata warga yang enggan disebutkan identitasnya, Senin (5/9).
Kanit Reskrim Polsek Bontoala, Iptu Harianto Rahman, mengatakan, tawuran terjadi pada Minggu sore (4/9) sekitar pukul 15.00 Wita. Kedua kelompok warga terlibat tawuran itu berhasil dibubarkan dengan cara persuasif.
”Kedua kelompok warga terlibat tawuran dengan menggunakan batu dan panah. Keduanya berhasil dibubarkan. Insiden ini juga tak menelan korban. Situasi juga sudah kondusif. Kami juga melakukan upaya persuasif. Di samping itu, memberi pemahaman kepada warga untuk tidak saling dendam,” katanya. (ish/b)

