MAKASSAR, BKM–Warga Karunrung, Kecamatan Rappocini menyesalkan beberapa arah kebijakan Pemkot Makassar yang dinilai tidak berpihak kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat.
Yakni penghapusan sejumlah program, termasuk call center 112, insentif penasehat wali kota, kader posyandu, dan lain sebagainya, yang kini tak lagi aktif selama bukan Danny di Pemerintah Kota
“Kenapa penasehat wali kota dikorbankan, kenapa insentif kader posyandu dihilangkan. Harusnya dana tersebut tetap ada dan berjalan, jangan dihapus,” sesal warga Karunrung, Syahrir, saat menggelar silaturahmi dengan calon wali kota Makassar nomor urut satu Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, Kamis (8/10).
Dia menegaskan, ukuran sebuah kota maju bukan pada fisik semata seperti mendirikan bangunan pencakar langit, membangun menara.
Menurur Syahrir, tak ada artinya pendapatan meningkat kalau muaranya bukan untuk masyarakat.
Daripada uang jadi objek korupsi, lebih baik dibelanjakan untuk pembangunan dan memberi insentif penasehat walikota dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam pelayanan dikembalikan.
Hal sama disampaikan Syamsuddin yang mengemukakan sejumlah akumulasi kemunduran itulah membuat masyarakat menunggu Danny kembali menukani Makassar.
“Hanya Adama yang realistis dengan bukti nyata. memberantas budaya korupsi dan mendorong pelayanan yang pro rakyat. Kami kukuh pada satu tujuan, insya allah nomor 1 menang,” ujarnya.
Menjawab keresahan warga tersebut. Danny mengatakan siap mengembalikan insentif tenaga pendidik, seperti guru mengaji, guru sekolah minggu, pemandi jenazah, imam masjid, kader posyandu, RT/RW, dengan catatan sektor pajak mencapai target.
“Begitu PAD tembus 2 triliun, saya kasi naik semua sektor. Saya kasi naik juga semua insentif ta. Bahkan diterima perminggu, ini ada rumusnya bikin piti kana-kanai,” ungkapnya.
Sementara itu, loyalis Rusdin Abdullah, Rudal Community terus bergerak mengampanyekan pasangan nomor urut satu Danny – Fatma.
Di Kecamatan Mamajang, Rudal Community menyambut kedatangan Fatma. Ada dua titik yang disambangi mantan anggota DPR RI itu yakni di Kelurahan Mamajang Luar dan Kelurahan Mamajang Dalam.
“Kita akan kerahkan tenaga dan upaya semaksimal mungkin. Perintah langsung dari Pak Rudal. Jauh-jauh sebelumnya kita sudah mengatur strategi. Pasangan Adama harus memenangi Pilkada Makassar,” kata salah seorang anggota Rudal Community, Imam.
Rudal Community sendiri memang jadi primadona di setiap kali gelaran pesta demokrasi. Itu karena pengaruh Rusdin Abdullah (Rudal) cukup diperhitungkan, termasuk di pilwali Makassar 2020.
Rudal merupakan salah satu kontestan pilwali Makassar 2013 lalu. Hingga kini, kader senior Partai Golkar itu masih punya pendukung setia dan basis militan.
Kampanye ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker dan jaga jarak. Jumlah kursi yang disiapkan per titiknya pun hanya berjumlah 40 kursi, sesuai peraturan KPU. (jun/rif/c)

