pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Usaha Katering Menggeliat di Tengah Pandemi

APJI Sulsel Dorong Anggota Terapkan Protokol Kesehatan

PANDEMI covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. Sudah delapan bulan lebih masyarakat berada di tengah situasi dan aktivitas yang terbatas. Namun, hidup harus terus berlanjut. Ekonomi mesti bergerak.

DI tengah pembatasan-pembatasan yang ada, salah satu jenis usaha yang mulai menggeliat adalah bisnis katering. Di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Sulawesi Selatan, operasional usaha katering dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Ketua Umum APJI Sulsel H Lukman Rahim Gassing menuturkan, bahwa jauh sebelumnya sudah ada surat imbauan dari pemerintah yang ditujukan kepada pemilik rumah makan, restoran, serta katering. Poin penting dalam imbauan itu adalah penerapan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.
”Saya sudah sampaikan kepada semua anggota APJI Sulsel untuk menerapkannya. Mulai dari karyawan yang mengolah makanan, hingga ruang kerja yang harus selalu diperhatikan kebersihannya. Begitu pula saat membawa makanan pesanan kepada pengorder,” terang H Lukman di kantornya, Selasa (17/11).
Ia bersyukur, karena usaha katering berangsur mulai bangkit kembali, walau volumenya masih sangat terbatas. H Lukman kemudian memberikan gambaran, untuk gedung pernikahan seperti Bulog dan Kartini, saat ini dibatasi hanya 500 dos. Sementara pada hotel berskala bintang empat dan lima, paling banyak 1.000 dos.
”Namun, dalam beberapa hari terakhir sudah bisa dalam bentuk prasmanan. Tapi sangat ketat penyajiannya. Karyawan yang melayani harus memakai masker, memberikan piring dan menyendokkan makanan untuk tamu. Tidak boleh mengambil sendiri. Setiap ada even besar, selalu ada dari Satgas Covid yang memantau untuk memastikan apakah pelaksana acara mematuhi prokes 3M,” terang H Lukman.
Diakui Lukman, ada hikmah yang didapat dari pandemi yang terjadi. ”Dengan adanya pandemi ini kita diajar untuk mengolah makanan sesuai standar. Walaupun sebenarnya tanpa adanya covid, cara seperti itu harus diterapkan. Melatih yang tidak biasa menjadi terbiasa untuk selanjutnya tetap dijalankan setelah pandemi ini tiada. Karena kita tidak tahu kapan virus ini akan pergi. Untuk itu 3M ini harus bener-benar diterapkan,” tandasnya.
H Lukman berharap ke depan pemerintah bisa semakin memberikan kelonggaran agar pengusaha katering bisa mendapatkan porsi yang lebih besar. ‘”Sejak Maret hingga Agustus sangat terasa sekali dampaknya. Baru sekarang mulai agak hidup lagi, tapi belum stabil seperti biasa. Mudah-mudahan tahun 2021 bisa normal kembali,” jelasnya.
Pemilik Katering Melati ini bersyukur, karena di tengah situasi seperti sekarang, tetap ada pesanan yang masuk. Bahkan kateringnya menjadi mitra Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel dalam penyiapan konsumsi bagi pasien covid-19, baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang menjalani karantina di hotel.
Untuk porsi penyajiannya, menurut H Lukman, ada ahli gizi dari Dinas Kesehatan yang mendampingi. Karyawan yang mendistribusikan makanan serta kue-kue untuk para pasien juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (pkl)




×


Usaha Katering Menggeliat di Tengah Pandemi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar