MAKASSAR, BKM — Jagad maya dihebohkan dengan beredarnya peta penyebaran covid-19 di Sulsel. Dalam peta tersebut, terpampang warna oranye hampir menutupi sebagian besar wilayah Sulsel. Sementara khusus Kota Makassar, ditutupi dengan warna hitam.
Jika membaca peta tersebut, bisa disimpulkan jika penyebaran covid-19 di Sulsel, dan Makassar khususnya sudah sangat mengkhawatirkan. Namun ternyata, peta yang menggambarkan kondisi pandemi itu disebut-sebut hanya editan.
Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin Ansariady yang juga Satgas Covid-19 Makassar, mengatakan yang beredar di medsos itu hoaks. Dia mengemukakan, memang dalam tiga pekan terakhir ada peningkatan kasus covid-19 di Makassar. Namun sejauh ini masih pada posisi zona oranye.
“Jadi yang beredar di medsos Makassar zona hitam itu hoaks. Orang kayaknya edit petanya. Coba perhatikan baik-baik. Sampai saat ini, masih kondisi zona oranye. Saya cek tadi masih oranye. Tapi itu bisa berubah setiap saat. Tidak ada zona hitam. Yang paling tinggi itu zona merah,” kata Ansariady kepada BKM, Senin (28/12).
Dia menjelaskan, jumlah kasus covid yang terdeteksi dua pekan lalu sebanyak 1.273 kasus. Sementara seminggu lalu, naik menjadi 2022.
“Jadi selama tiga minggu terakhir naik dua kali lipat. Jumlah kasus cukup tinggi 2000-an lebih dengan positif tracing antara 13-20 persen. Artinya, kalau 100 yang diperiksa, yang positif 13 sampai 20 orang,” jelas Ansariady.
Dia melanjutkan, terkait kematian akibat covid, ada peningkatan kasus seiring dengan jumlah kasus yang bertambah. Minggu lalu 21 yang meninggal. Minggu sebelumnya 17. Sementara tiga minggu sebelumnya hanya 11.
Ansariady memperkirakan hingga bulan depan, kenaikan kasus covid masih cukup tinggi. “Selalu begitu kalau bertambah jumlah kasus. Tapi kalau saya perhatikan, jumlah kasus saat ini dibanding Juli lalu saat puncaknya, dua setengah kali lipat. Hampir tiga kali lipat. Tapi yang meninggal masih lebih rendah dibandingkan jumlah yang dulu. Artinya, penanganan semakin bagus. Cuma kita belum berhasil mengerem kasus barunya karena bertambah terus. Kita perlu mengantisipasi libur panjang dan awal tahun,” ucapnya.
Peningkatan drastis positif covid, kata dia, diakibatkan oleh adanya upaya tracing dan swab massal yang secara massif dilakukan. “Sekarang pencariannya dianggap massif. Jumlah yang dites dua hingga tiga kali lipat dari standar minimal. Terjadi peningkatan kasus karena puskesmas lakukan swab massal,” tambahnya.
Dia menganggap perlu strategi khusus untuk menekan laju penyebaran covid-19. Salah satunya, seperti upaya yang dilakukan penjabat wali kota Makassar saat ini. “Apa yang dilakukan wali kota dengan menerapkan pembatasan terhadap sejumlah kegiatan dan juga di malam hari, semoga bisa mengurangi angka positif,” tandasnya. (rhm)
Hoaks Makassar Zona Hitam Kasus Covid-19
×

