pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SOP Ekstra Ketat, Dilarang Bawa Masuk Flash Disk

SAMA dengan namanya war room, untuk bisa masuk dan mengakses operation room tidaklah mudah. Pengelola menerapkan standard operating procedur (SOP) ekstra ketat.

LAPORAN: ARIF ALQADRI

SAAT penulis memantau ruangan yang terletak di lantai 10 Menara Balai Kota, Senin (15/2), aturan ketat itu langsung berlaku. Seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melarang keras untuk mengambil gambar. Apalagi untuk masuk dan melihat secara langsung kondisi di dalam ruangan.
”Dilarang masuk, bos. Tidak ada orang di dalam. Operatornya juga tidak ada,” cetus Satpol PP tersebut, yang tampak menyembunyikan papan namanya.
Terkait aturan ini, Kepala Seksi Pelayanan Media Publik Dinas Kominfo Kota Makassar Hamzah memberikan penjelasan. Menurut mantan wartawan radio ini, operation room memang memiliki SOP serta standarisasi keamanan. Tidak sembarang orang yang bisa masuk di dalamnya.
”Memang operation room tidak bisa diakses secara umum. Berbeda dengan ruang publik yang lain. Sebab di dalamnya ada server dan data tentang Kota Makassar,” jelas Hamzah.
Dikatakan Hamzah, ada banyak hal yang harus dicegah secara dini terkait pemberlakuan SOP tersebut. Salah satunya adalah kemungkinan adanya upaya dari pihak luar untuk melakukan pencurian data.
”Jadi tidak boleh ada yang membawa masuk flash disk di dalam operation room. Biar operatornya sekalipun,” tandasnya.
Terkecuali, tambah Hamzah, aparat kepolisian. Karena memang salah satu domain keberadaan operation room adalah membantu tugas-tugas kepolisian. Tapi itupun harus ada standarnya.
Karena melihat pentingnya fungsi dan peran ruangan ini, tidak salah jika banyak warga yang berharap kehadiran fasilitas tersebut bisa lebih dimaksimalkan. Operatornya harus selalu berada di ruangan untuk memantau layar monitor yang ada. Khususnya pada jam-jam kantor.
Irwan (34), salah seorang warga Jalan Urip Sumoharjo mengaku sangat mendukung adanya pemasangan CCTV di sejumlah titik di Makassar. Sebab dapat membantu mengontrol aktifitas masyarakat.
”Saya sangat mendukung pemasangan CCTV di beberapa titik. Karena bisa memantau aktivitas di jalanan,” ujarnya.
Sementara Ime, warga Jalan Adipura setuju jika aksi kriminal yang terpantau melalui CCTV bisa diakses oleh petugas kepolisian. Sebab dengan begitu, pelaku tindak kejahatan bisa terungkap.
”Sebagai warga Makassar, saya mendukung CCTV dipasang di jalan. Kalau perlu jumlahnya ditambah,” tandasnya. (*/rus/b)



×


SOP Ekstra Ketat, Dilarang Bawa Masuk Flash Disk

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar