MAKASSAR, BKM — Persaudaraan Alumni SMA Katolik Rajawali Makassar (PAS) tak ingin ketinggalan dalam kegiatan kemanusiaan membantu sesama yang menjadi korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulbar beberapa waktu lalu. Mereka mengucurkan bantuan dalam tiga tahap.
Sebelumnya, pada tahap pertama, PAS menyalurkan bantuan sembako pada tanggap darurat, berupa susu, popok bayi dan minyak kayu putih, yang diperuntukkan bagi mereka yang berada di posko pengungsian. Tahap kedua, penyalurkannya dilaksanakan 4 Februari. Bertempat di salah satu warkop Jalan Lombok, Makassar.
Bantuan langsung tunai diberikan khusus kepada alumni Smakara yg tertimpa bencana tersebut, sebagai bentuk kepedulian kepada saudara sealmamater. Untuk tahap ketiga nanti mereka akan menyalurkan bantuan utk pemulihan pembangunan.
Alumni Smakara kini tersebar di seluruh penjuru nusantara, bahkan dunia. Di Sulbar sendiri, terdata ada lebih dari 50 alumni yg berdomisili di Mamuju, Majene dan Polewali. Setelah melalui investigasi dan pemantauan, diketahui bahwa sebagian besar dari mereka tidak terlalu terdampak.
Akhirnya, yang termonitor dan terpantau ada tiga alumni yg memang sangat terdampak bencana gempa tersebut. Bantuan semacam ini juga telah dilakukan bencana gempa Palu tahun lalu. Ada lebih 20 alumni yang terdata menetap di Palu saat itu.
“Apa yang kami berikan ini nilainya tidak besar dan sebanding dengan penderitaan yang mereka alami. Tapi paling tidak kami telah menunjukkan persaudaran dan kepedulian di antara kami sebagai saudara dalam satu almamater,” tutur Jufry yang mewakili Keke selaku ketua umum PAS. Turut hadir beberapa pengurus PAS, di antaranya Frengky (penasihat), Ruslan (pembina), Nirma (wasekjen), Maria (bendahara), dan Nelly (seksi dana). (rls)

