pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Satu Pasangan Bupati-Wabup tidak Dilantik

MAMUJU, BKM — Satu dari empat pasangan bupati dan wakil bupati di Provinsi Sulbar yang terpilih pada Pemilukada serentak pada 9 Desember 2015 lalu, tidak dilantik oleh Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, Rabu (17/2) kemarin. Satu-satunya pasangan terpilih yang tidak dilantik di aula kantor gubernur Sulbar kemarin adalah pasangan bupati dan wabup Majene, Fahmi Massiara dan Lukman.
Mereka akan dilantik terpisah. Karena bupati defenitif Kalma Katta dan wakilnya Fahmi Massiara baru akan mengakhiri masa jabatannya pada Juni 2016 mendatang. Tiga pasangan bupati dan wabup yang dilantik dan diambil sumpahnya masing-masing bupati dan wabup Mamuju Utara (Matra), H Agus Ambo Djiwa dan H Muh Saal, bupati dan wabup Mamuju Tengah, H Aras Tammauni dan H Amin Jasa, serta pasangan bupati dan wabup Mamuju, H Habsih Wahid dan H Irwan Pababari.
Pelaksanaan pengambilan sumpah dan pelantikan tiga pasangan bupati yang berlangsung di kantor gubernur Sulbar dihadiri Wakapolda, Sulselbar Brigjen Pol Gatot Pramono, Danrem, Kolonel Infanteri Safaruddin, Ketua DPRD Sulbar, H Andi Mappangara, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan para tokoh pemuda. Bahkan juga dihadiri tamu dari Jakarta, Effendi Gasali dan Muhtar Ngabalin.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, mengatakan, pelaksanaan Pemilukada di wilayah Provinsi Sulbar, berjalan damai dan aman. Walau ada riak-riak, tetapi hal itu biasa terjadi dalam sebuah pelaksanaan Pemilukada. Dalam penyelenggaraan Pemilukada secara berdemokrasi, masih ada yang merasa tidak puas.
Maka diharapkan dapat bekerjasama dalam mendukung program pelaksanaan pemerintahan dimasing masing daerah. ”Marilah kita ciptakan suasana aman dan damai. Rasa ketidakpuasan dan riak-riak yang terjadi karena ketidakpuasan dalam pelaksanaan Pemilukada itu, mari kita akhiri sekarang ini,” ujar gubernur Sulbar.
Lanjut gubernur Sulbar dua periode ini mengutarakan, para bupati dan wakil bupati yang telah dilantik, mulai hari ini (kemarin, red) dapat hadir di tengah-tengah rakyat. Dan buktikan kepada rakyat apa yang telah dijanjikan selama melakukan kampanye. ”Maka hari ini, selaku bupati harus melaksanakan tugas-tugasnya yang baik kepada rakyatnya masing-masing,” paparnya.
Anwar pun menitipkan kepada ketiga bupati dan wakil bupati yang telah dilantkik dan diambil sumpahnya untuk menjalankan tugasnya iang dan malam. Di antaranya, meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan pelayanan kesehatan serta peningkatan pada pendidikan dimasing-masing wilayahnya.
”Kewenangan yang dimiliki adalah janganlah untuk kekuasaan. Dan kewenangan yang telah disandang ini agar dicurahkan kepada rakyat. Lakukanlah langkah perbaikan sistem pada masalah angka kemiskinan ini yang harus ditekan. Karena masih ada kabupaten di wilayah Sulawesi Barat ini, angka kemiskinanntya terbilang cukup tinggi,” paparnya.
Selain itu, Anwar juga mengkritik masalah yang terjadi di Kabupaten Mamuju. Dimana, ada dua anggota Gafatar yang telah mendapatkan KTP Mamuju, namun mereka bukan warga di kabupaten tersebut. Sehingga gubernur meminta dilakukan perbaikan sistem administrasi yang terjadi di kabupaten itu.
”Jangan ada lagi kejadian tersebut. Ini tugas bupati dan wakil bupati yang sudah dilantik pada hari ini. Jangan ada lagi masalah terulang seperti yang terjadi baru-baru ini, yakni adanya kelompok Gafatar yang memiliki KTP Mamuju. Makanya, kami selaku gubernur Sulbar kaget. Bagaimana bisa mendapatkan KTP Mamuju,” ucap gubernur. (ala/mir/c)



×


Satu Pasangan Bupati-Wabup tidak Dilantik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar