GOWA, BKM — Suriani (33), seorang wanita yang sementara hamil tua kini syok berat. Warga Dusun Ana’ Gowa, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa itu terkena peluru nyasar pada bagian jidat. Peristiwanya terjadi Senin (14/2) usai magrib pukul 18.30 Wita.
BKM mendatangi kediaman Suriani, Selasa (16/2) siang. Namun, ia sementara tidur. Kakak iparnya bernama Sukma (38) kemudian menjelaskan ketika sejumlah wartawan mengonfirmasi kejadian sebenarnya.
Sukma membenarkan jika adik iparnya itu mendapatkan musibah terkena peluru nyasar di malam hari. “Entah dari mana datangnya itu peluru. Namun yang jelas, peluru kena jidat adik saya. Ada bukti proyektilnya di lantai. Hanya saja kami tidak tahu dari mana itu,” jelas Sukma.
Ia lalu memperlihatkan lubang di bagian atap seng tertembus oleh proyektil yang melesat dari atas, kemudian menyambar jidat Suriani yang sedang menonton televisi sendirian di ruang tamu.
Sukma mengetahui kejadian itu setelah ditelepon oleh keluarga untuk ke rumah sakit melihat adik iparnya yang sedang menjalani perawatan medis akibat terkena peluru.
“Saya ditelepon dari rumah sakit, katanya Suri (Suriani) bocor kepalanya terkena peluru nyasar. Setelah salat saya langsung ke rumah sakit. Saat itu belum tahu apa-apa kan. Sampai di rumah sakit ketemu dengan suaminya. Suaminya yakin bahwa ini terkena proyektil (peluru),” terang Sukma.
Diakui Sukma, peristiwa itu terjadi Senin malam.
“Kejadiannya kemarin malam, pas habis iqomah Magrib. Saat itu Suri langsung kaget karena bagian kepalanya sangat sakit dan banyak darah mengalir. Makanya malam itu juga langsung dibawa ke rumah sakit,” bebernya.
Saat menjalani perawatan di rumah sakit, jidat Suri diperban. Selanjutnya kembali ke rumah, karena ketika itu ia panik dan lupa bawa dompet. Sesampainya di rumah, Suri lalu mengambil dompet dan baju. Setelah itu, dia lalu ke ruang tamu untuk mencari benda apa yang telah menyasar jidatnya hingga bocor dan berdarah. Di situlah ditemukan benda yang menyerupai proyektil peluru.
Sukma mengakui kalau kondisi adik iparnya sudah stabil. Walau begitu, ia khawatir Suriani trauma atas peristiwa yang dialaminya. “Kami takutkan Suri trauma. Apalagi dia hamil tua kasian,” tuturnya.

Beberapa jam setelah kejadian, lanjut Sukma, Babinsa dan Bhabinkamtibmas datang ke lokasi. proyektil peluru tersebut sudah diserahkan ke polisi.
Sementara itu, rumah Suri diberi garis polisi, Selasa (16/2) sekitar pukul 15.00 Wita. Tim Labfor dari Polda Sulsel juga telah datang ke lokasi. Ikut mendampingi Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan dan Kapolsek Pallangga Iptu Nasruddin bersama sejumlah personelnya.
Tim Labfor lalu melakukan olah TKP atas kejadian yang menimpa guru honorer yang sedang mengandung anak keduanya ini.
Suami korban yang juga berprofesi guru SMA di Jeneponto, Muhammad Yamin yang dikonfirmasi media di TKP, membenarkan kejadian yang dialami istrinya. Namun dia tidak tahu asal proyektil yang nyasar masuk ke rumahnya.

Kapolsek Pallangga Iptu Nasruddin menjelaskan, kejadian tersebut sementara dalam penyelidikan kepolisian.
Tim Labfor pun melakukan olah TKP dan mencari bukti-bukti lain, termasuk memeriksa atap seng rumah korban yang mengalami lubang sebesar kelereng. (sar)

