pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sehari Terima Tiga Keppres Sekaligus

Ahmad Tanribali Lamo, Penjabat Gubernur di Empat Provinsi (1)

TIDAK pernah ada satu orang pun di dunia ini yang mampu menebak seperti apa hidupnya di masa depan. Akan menjadi apa ia kelak, tak ada yang tahu. Termasuk Ahmad Tanribali Lamo.

IA lahir di Watampone, ibukota Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada 15 November 1952. Kala itu, ayahnya Ahmad Lamo yang merupakan anggota ABRI bertugas di daerah ini.
Dari latar belakang orang tua yang tentara, Tanri –sapaan akrab Ahmad Tanribali Lamo– kemudian menyusul sang ayah menjadi anggota ABRI. Ia masuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada Januari 1974. Satu letting dengan Prabowo, Syafri Syamsuddin serta Ryamizard Riyacudu. Sementara dari kepolisian, diantaranya Maqbul Padmanegara serta mantan Kapolda Sulsel Firman Gani.
Selain berkarir di staf, Tanri juga mengabdi di lembaga pendidikan ABRI selama 10 tahun. Ia sekaligus menjadi dosen hingga kepala bagian perencanaan di tingkat lembaga pendidikan.
Aspers Kasad yang mengendalikan pendidikan, seperti Rindam, Secapa, Akmil dan Seskoad juga pernah dijabat Tanri selama lima tahun. Di tempat ini ia menata lembaga pendidikan yang dimiliki ABRI.
Salah satu sejarah perjalanan hidup yang tidak akan pernah dilupakan oleh Tanri adalah di awal tahun 2008. Tepatnya pada 18 Januari 2008. Saat itu ia diminta oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.
Posisi yang ditawarkan ini tak pernah dibayangkan Tanribali sebelumnya. Apalagi dia bukanlah seorang birokrat, melainkan anggota ABRI.
”Prosesnya begitu cepat waktu itu. Saya dipanggil Pak SBY pada hari Kamis dan diminta untuk menjadi Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan. Pada Jumat pagi saya kemudian menghadap Panglima TNI. Keesokan harinya saya menghadap lagi ke Pak SBY. Selanjutnya, usai salat Jumat saya menghadap Pak JK (Jusuf Kalla) selaku Wapres waktu itu,” terang Tanri yang ditemui di sebuah hotel di Makassar, baru-baru ini.
Dari proses yang cepat ini, akhirnya terbit keputusan presiden (keppres). Pada hari Sabtu pukul 10, Tanribali yang sebelumnya tidak punya persiapan sama sekali, kemudian dilantik menjadi Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan. Pada pukul 11.30 ia sudah menjadi penjabat gubernur.
Tidak hanya satu keppres yang diterima Tanri saat itu. Melainkan tiga keppres secara bersamaan. Selain keppres penunjukan sebagai Penjabat Gubernur Sulsel, juga diserahkan dua keppres lainnya. Masing-masing keppres alih status dari TNI ke PNS dan staf ahli kementerian.
Pada pagi sehari setelah dilantik, Tanri kemudian terbang ke Surabaya menemui ibunya untuk meminta restu melaksanakan tugas barunya. Selanjutnya, pada sore harinya ia terbang ke Makassar.
”Waktu itu sudah banyak wartawan yang menunggu. Ada pula massa yang berdemo di bandara menolak caretaker. Tapi kemudian jumlahnya tidak terlalu banyak,” terang Tanri.
Pertama kali berbicara kepada wartawan di Bandara Sultan Hasanuddin, Tanribali menyampaikan bahwa dirinya tidak akan lama di Sulawesi Selatan. ”Saya katakan waktu itu, jika bisa selesai sehari atau seminggu, saya akan segera tinggalkan Sulawesi Selatan dan kembali ke Jakarta,” jelasnya.
Akhirnya, Tanribali berhasil menyesaikan tugasnya selama 79 hari di daerah ini. Ia mampu mengantarkan dan menyelesaikan pilkada gubernur Sulsel dalam suasana yang baik dan tenang.
Setelah tugasnya di provinsi yang gubernurnya pernah dijabat oleh ayahnya Ahmad Lamo, Tanribali kemudian kembali ke Kemendagri. Namun baru seminggu, ia diminta untuk menyelesaikan pilkada di Maluku Utara.
”Disana pejabat gubernurnya ada, tapi didemo oleh pegawai di kantor gubernur sehingga tidak bisa masuk ke kantor gubernur. Alhamdulillah, persoalan di sana bisa selesai dalam waktu tiga bulan,” jelasnya lagi.
Setelah tugasnya di Maluku Utara selesai, Tanribali kembali ke Kemendagri menjadi Staf Ahli Mendagri. Tidak lama kemudian, di akhir tahun 2008, lagi-lagi dia mendapat tugas baru untuk menyelesaikan persoalan terkait pilkada di Sulawesi Barat.
Saat itu, Gubernur Sulbar diimpeach oleh DPRD. Permasalahan di daerah hasil pemekaran Sulawesi Selatan inipun berhasil diselesaikan dengan baik oleh Tanribali.
Di awal tahun 2009 ia kemudian diangkat menjadi Dirjen Kesbangpol Kemendagri. Kali ini Tanribali mendapat tugas yang cukup berat untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2009. Termasuk pemilu tahun 2014. Artinya, ada dua pemilu yang dikawal selama Tanri menjabat Dirjen Kesbangpol.
Saat menduduki posisi dirjen, pada tahun 2011 Tanri kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi penjabat gubernur. Kali ini di Sulawesi Tengah. Ia menghabiskan masa jabatan gubernur di provinsi ini selama 76 hari, lebih cepat dari Sulsel. Terakhir, ia menjadi penjabat Gubernur di Papua Barat.
Di saat yang bersamaan dalam proses itu, Tanribali aktif sebagai ketua tim paket Undang-undang Politik, UU Parpol, memperbaiki dua penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Bawaslu. Termasuk paket UU Pileg, UU Pilpres dan UU MD3, UU Konstitusional serta UU Ormas. (*/rus)



×


Sehari Terima Tiga Keppres Sekaligus

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar