BANTAENG, BKM — Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengaku takjub dengan hadirnya gedung Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu. Hanya saja, Ia menyarankan untuk agar namanya bukan penanggulangan, tapi pelayanan. Yakni Pusat Pelayanan Gizi Terpadu.
Menko juga mengapresiasi keberhasilan Bantaeng dalam menekan angka stunting. Dia berharap daerah ini menjadi pelopor. “Kami apresiasi angka stunting rendah 21 persen, melebihi pusat 27,6 persen. Bantaeng harus jadi pelopor untuk menurunkan angka stunting dengan kerjasama kuat pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, juga mengapresiasi hadirnya Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu (PPGT) di Bantaeng. Kata dia, ini pertama di Indonesia. Apalagi angka stunting di Bantaeng 21 persen, dibawah provinsi yang mencapai 24 persen. “Kami berterima kasih untuk Bapak Bupati dan jajarannya untuk upaya menurunkan angka stunting. Memang orang-orang Bantaeng, orang-orang hebat. Alhamdulillah, bisa kerjasama dengan Bupati yang energik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, mendukung perkataan Andi Sudirman, bahwa investasi manusia jauh lebih baik. “Kami minta arahan Bapak Menteri dan dukungan Bapak Plt Gubernur untuk memberikan edukasi ke masyarakat. BKKBN akan kerja keras untuk reformasi kelayakan kesehatan,” ucapnya. (wam/C)
Menko Sarankan Pelayanan Gizi Terpadu
×

