BONE, BKM — Jurnalis Bone berduka. Salah seorang wartawan senior di daerah ini berpulang ke rahmatullah. Muh Amir Siri mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa pagi (23/3) pukul 08.30 Wita.
Pria yang karib disapa Daeng Amir ini diketahui sudah tiga bulan terakhir rutin berobat karena penyakit yang dideritanya. Menurut pihak keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit gagal ginjal, dan penyakit gula.
“Deng Amir memang sudah sakit sejak beberapa bulan ini. Bahkan sempat dirawat di rumah sakit. Almarhum juga sempat cuci darah sebanyak dua kali,” tutur Andi, keponakan Amir yang ditemui di rumah duka, kemarin.
Menurut Andi, sebelum pergi untuk selama-lamanya, sang paman sudah memberi tanda-tanda. Tiga hari menjelang ajal menjemput, wajahnya sudah terlihat sangat pucat. Walau begitu, Amir yang pernah belasan tahun menjadi wartawan di Harian Berita Kota Makassar (BKM) masih tetap bercanda dengan keluarga.
”Memang sudah ada tanda-tanda sejak dari tiga hari lalu. Almarhum sempat menyuruh saya untuk menarik semua uang yang ada di ATMnya, kemudian dibagikan ke keluarga. Dia juga mengatakan bahwa dirinya sudah tidak punya penyakit lagi,” ujarnya.
Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi melayat ke rumah duka untuk melihat jasad almarhum untuk yang terakhir kalinya. Ia mengaku sangat mengenal sosok Amir.
“Almarhum ini saya kenal sekali. Orangnya sangat baik dan humoris, Mari kita doakan almarhum semoga mendapat tempat yang layak di sisi-Nya,” ucap Fahsar.
Di mata para sahabat selama menjadi jurnalis, sosok Amir dikenal sangat baik dan mudah bergaul. Dia tidak pandang pejabat atau warga biasa, semuanya diajak berteman dan bercanda.
Hal tersebut diungkapkan oleh sahabatnya Randi, jurnalis Ujungpandang Ekspress (Upeks).
“Saya sudah lebih 20 tahun bersama beliau. Orangnya peramah sekali dan suka bercanda. Sosok almarhum cukup dikenal, mulai dari pejabat sampai dengan masyarakat biasa. Sudah puluhan tahun Daeng Amir bergelut di dunia kewartawanan,” ucap Randi.
Sementara Bahtiar Parenrengi, salah seorang sahabatnya yang juga dikenal sebagai wartawan senior di Bone, mengatakan bahwa selain baik, Amir juga sering membantu sesamanya.
“Almarhum ini sangat baik, dia suka menolong teman-teman. Selain itu, dua tahun terakhir ini beliau menjadi pengurus masjid di Bone,” kata Bahtiar, wartawan Metro TV.
Jenazah almarhum dikebumikan di pekuburan Kebun Kapas, Jalan Urip Sumohardjo, Kelurahan Walennae, Kecamatan Tanete Riattang usai salat Ashar, kemarin. Tenanglah di alam sana Daeng Amir. Semoga amal baikmu diterima di sisi Allah Swt. (man/c)

