PAREPARE, BKM — Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe memaparkan rencana pembangunan akses jalan dan jembatan Kembar Sumpang minanga, di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Senin (22/3)
Pemaparan ini dilakukan dalam rangka sinergitas Pemkot Parepare dan Pemprov Sulsel dalam membangun akses jalan dengan panjang 3.525 meter dan panjang jembatan 125 meter sebagai jalan alternatif selain Jembatan Sumpang Minangae Kecamatan Bacukiki Barat.
Taufan menjelaskan, salah satu akses utama jalur Trans Sulawesi di Parepare Jalan Bau Massepe, tepatnya di Jembatan Sumpang Minangae sudah sangat tidak memadai. Hal itu menimbulkan kemacetan dan berdampak pada ketidaknyamanan pengguna infrastruktur jalan dan jembatan pada umumnya.
“Jembatan Sumpang Minangae kini berumur 43 tahun. Sudah sangat sempit dengan lebar hanya tujuh meter sehingga sering macet. Tentu ini sangat mengganggu kita. Terutama mengganggu perekonomian Sulsel pada umumnya,” ujar Taufan.
Jika jembatan ini terealisasi, pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulsel secara menyeluruh akan meningkat tentunya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Parepare, Samsuddin Taha menambahkan, pembangunan akses jalan dan jembatan tersebut salah satu proyek strategis Wali Kota Parepare Taufan Pawe sejak tahun 2015.
Jembatan yang direncanakan dibangun tahun 2021 diproyeksi mampu menunjang keberadaan dan operasional stasiun besar kereta api di Lumpue.
“Akses jalan dan jembatan ini juga menunjang keberadaan salah satu terminal rel kereta api yang juga direncanakan. Jadi pembangunan ini sangat strategis bagi Sulsel,” pungkasnya.
Pemaparan ini turut dihadiri Kepala Bappelitbangda Sulsel Andi Darmawan Bintang, Kepala BKAD Sulsel, pejabat teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulsel, dan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) serta sejumlah pejabat Pemkot Parepare. (mup/C)
Taufan Paparkan Pembangunan Jalan dan Jembatan
×

