MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berencana mengambil alih dua pengelolaan terminal yakni Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri.
Saat ini Pemkot Makassar masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat untuk meminta pemerintah mengambil alih pengelolan terminal yang telah diswastakan di perusahaan daerah (Perusda).
Hal tersebut merupakan aturan baru dari Pemerintah Pusat yang akan ditetapkan dalam waktu dekat.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat meninjau lokasi TPA Antang, Kamis (25/2).
Danny sapaan akrab wali kota mengaku, selama ini pemerintah terlalu cepat menswastakan terminal, akibatnya harapan agar Perusda yakni PD Terminal Metro Makassar dapat mengelola terminal dengan baik, ternyata belum berhasil dan belum mampu mandiri. Menurutnya, jika terminal dikelola oleh UPTD diharapkan dapat lebih baik karena mendapatkan anggaran dari Pemerintah Pusat.
“Kita juga terlalu cepat menswastakan terminal ke PD Terminal, sehingga PD Terminal juga belum mampu mandiri dan menjaga keberadaan terminal dengan baik. Kalau Terminal di kelola UPTD itu bisa cepat karena ada anggaran dari Pemerintah Pusat. Kita tunggu aturan baru tersebut,” jelas Danny.
Dia juga berharap, terminal yang ada dapat benar benar dijaga atau diperhatikan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat didalam terminal.
“Terminal itu adalah aset yang harus segera dibenahi agar tetap memberikan rasa nyaman dan aman ke masyarakat khususnya yang ada didalam terminal,” singkatnya.
Terpisah, Direktur Utama PD Terminal Metro Makassar, Hakim Syahrani mengaku, merelokasi Terminal Mallengkeri tak semudah membalikkan telapak tangan.”Melakukan relokasi terminal tidak semudah membalikkan tangan. Semua butuh kajian dan persiapan matang. Terminal Mallengkeri membutuhkan sentuhan perbaikan. Kita akan benahi terminak secara bertahap,” kata Hakim Syahrani, kemarin.
Hakim menambahkan, saat ini pihaknya tengah menfokuskan pada pembenahan terminal agar bisa meningkatkan pelayanan lebih baik.
“Pendapatan PD Terminal Makassar Metro (TMM) mencapai Rp40 juta dalam dua bulan terakhir pada 2016. Dan rencananya pendapatan yang diperoleh akan disisipkan untuk mencapai target deviden tahun ini,” katanya.
Apalagi, jelas Hakim, target deviden sebanyak Rp500 juta pada tahun ini optimis bisa diwujudkan. Termasuk berani menaikkan target deviden hingga Rp1 miliar setelah pelimpahan kewenangan dari PT Kalla Inti Karsa (KIK) ke Pemkot Makassar, bahkan menyulap terminal menyerupai bandara.
Mantan Dirut PD Pasar ini juga mengintensifkan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dan pelayanan kepada penumpang.
“Kita harus menggali semua potensi yang ada di terminal,” katanya.
Untuk itu, PD Terminal membentuk tim khusus untuk berjaga hingga dini hari. Tujuannya, semua angkutan umum masuk ke terminal.
Alhasil, angkutan kota dan taksi mulai berbondong-bondong masuk ke terminal pada dini hari.
Sedangkan untuk memaksimalkan pelayanan, PD Terminal akan melakukan sejumlah pembenahan seperti pembenahan masjid, MCK hingga akses jalan di kedua terminal, Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri. Termasuk pemasangan CCTV untuk meningkatkan sistem keamanan, ujarnya. (arf-ucu/war/c)
Terminal akan Diambil Alih Pemerintah
×

