MALILI, BKM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusulkan pemekaran Luwu Utara (Lutra), yang di dalamnya ada Luwu Timur. Usulan itu tertuang dalam keputusan nomor 6 Tahun 2002 tanggal 24 Mei 2002. Gubernur Sulawesi Selatan menindaklanjuti dengan mengusulkan pembentukan Kabupaten Luwu Timur kepada Menteri Dalam Negeri melalui surat Nomor: 130/2172/Otoda tanggal 30 Mei 2002.
Menindaklanjuti hal tersebut dan atas persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia, disahkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Mamuju Utara di Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan beleid tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan atas nama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada tanggal 3 Mei 2003 telah meresmikan sekaligus melantik penjabat bupati Luwu Timur di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar.
Hingga saat ini, setiap tanggal 3 Mei, rakyat Bumi Batara Guru merayakan hari jadi daerahnya. Tahun ini, kabupaten termuda di Tana Luwu itu berusia 18 tahun. Banyak perkembangan yang terjadi selama rentang waktu tersebut. Prestasi dan penghargaan selalu diraih.
Bukan hanya itu, kebijakan yang diambil pemerintah daerah juga membuat iri daerah lain.
Di sektor Pendidikan misalnya. Luwu Timur memberikan beasiswa kepada mahasiswanya yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi manapun. Ribuan mahasiswa telah merasakan manfaat dari beasiswa tersebut.
“Sejak 2017, 6.769 mahasiswa telah mendapatkan beasiswa. Program ini sudah berjalan mulai dari 2017 hingga sekarang. Bahkan di visi misi Husler-Budiman, pemerintah daerah juga akan membantu mahasiswa S2 dan S3 dalam penyelesaian studi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur La Besse.
Tidak hanya itu, tahun 2019 lalu, Luwu Timur berhasil mendapat Anugerah Pendidikan Nasional. ”Itu adalah prestasi tertinggi dalam bidang pendidikan yang berhasil kami raih,” tambahnya.
Di sektor pertanian, Pemkab Lutim selalu komitmen untuk memajukan pertanian di daerah ini. Hal itu dapat dilihat saat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan penghargaan Anugerah Pratama Perkebunan Indonesia (APPI) Award Tahun 2020 kepada Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler, 10 Desember 2020 lalu.
Istimewanya, penghargaan itu hanya diberikan kepada tujuh bupati se-Indonesia.
“Bupati yang menerima penghargaan APPI yakni bupati Bandung, bupati Musi Banyuasin, bupati Lampung Barat, bupati Cianjur, bupati Luwu Timur, bupati Tanjung Jabung Timur dan bupati Kolaka Utara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lutim Amrullah.
“Penghargaan APPI ini diberikan kepada Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler atas komitmen dan kepeduliannya di sektor perkebunan. Hanya saja, saat itu beliau tidak sempat hadir untuk penerimaan penghargaan ini, sebab harus melaksanakan tugas menyukseskan pelaksanaan agenda pilkada serentak tahun 2020 di Kabupaten Luwu Timur agar tetap berlangsung aman, damai, kondusif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.
Sementara di sektor pemberdayaan masyarakat desa, banyak kebijakan yang membuat iri tetangga. Salah satunya pemberian kendaraan roda empat untuk operasional kepala desa. Selain itu, kepala dusun diberi kendaraan roda dua sebagai operasional.
“124 kendaraan roda empat sudah diserahkan kepada kepala desa di Luwu Timur. Sementara motor untuk kepala dusun sebanyak 288 telah diserahkan dan 190 menunggu akan diserahkan,” kata Kepala Dinas PMD Luwu Timur Halsen.
Pemberian kendaraan operasional ini terbukti dapat meningkatkan kinerja aparat desa. Banyak prestasi yang diukir baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Banyak prestasi yang berhasil diraih desa-desa di Luwu Timur. Contohnya, tahun 2019, Sorowako yang meraih peringkat satu tingkat nasional dalam lomba desa. Tahun 2020 Perpustakaan Bangun Jaya juara satu tingkat provinsi dan peringkat 10 nasional. 2019 Bumdes Sorowako meraih juara satu tingkat provinsi, dan masih banyak prestasi lainnya,” jelas Halsen.
Data-data di atas menunjukkan, Luwu Timur selalu berbenah untuk kemajuan rakyatnya. Walaupun dihuni beragam suku, agama dan ras, Luwu Timur mampu menunjukkan indahnya perbedaan dalam persatuan. (rls)

