pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Nasib Guru PAUD tak Jelas

Sejak 2008 Hanya Tenaga Sukarela

MAKASSAR, BKM–Nasib guru pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga saat ini belum jelas. Sejak 2008, mereka hanya sebatas guru sukarela tanpa ada pengangkatan sebagai aparatur sipil negara (ASN). Apalagi, pemerintah belum pernah menyiapkan kuota untuk pengangkatan ASN bagi guru PAUD.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar, Suwarman, saat menyampaikan kondisi ini ke Ketua PAUD kota Makassar, Indira Yusuf Ismail. Khususnya terkait beberapa kendala yang masih dihadapi oleh guru PAUD dan TK.
Olehnya itu, Suwarman berharap ada langkah atau kebijakan yang diambil pemerintah untuk memperhatikan nasib guru PAUD demi peningkatan mutu SDM.
“Sebagian besar guru-guru PAUD adalah sukarelawan, hal ini patut mendapatkan perhatian serius demi peningkatan mutu SDM. Salah satu kendala, yakni tidak adanya pengangkatan ASN untuk guru PAUD, sejak 2008 lalu,” ujarnya pada kegiatan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke -71 di Hotel Condotel Makassar, Sabtu (22/5).
Untuk rekrutmen CASN yang akan dibuka dalam waktu dekat ini, Pemkot Makassar sudah mengajukan kebutuhannya kepada pemerintah pusat.
Namun, khusus untuk tenaga guru berbagai tingkatan, jangan berharap akan ada kuota yang disiapkan untuk menjadi CASN.
Menyikapi hal itu, Indira Yusuf Ismail memberikan motivasi kepada para guru untuk tetap semangat dan ikhlas berbagi ilmu bagi anak usia dini.
“Tugas kalian sangat mulia, meski begitu banyak persoalan yang dihadapi apalagi di tengah pandemi, jangan membuat kita patah hati, tetap semangat dan ikhlas,” ujarnya.
Selain itu, Indira Yusuf pun menyampaikan mimpinya, khususnya tentang pendidikan, yakni sekolah standar untuk PAUD.
“Kita telah mendiskusikan dengan pihak swasta, bank, dan dinas pendidikan, untuk mendesign standar sekolah untuk sekolah anak usia dini,” tambahnya.
Menyadari akan pentingnya dunia pendidikan khususnya di usia dini, Indira Yusuf pun menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan awal bagi anak-anak.
“Pendidikan anak yang pertama ada di rumah, lalu kita titipkan ke sekolah. Komunikasi antar orang tua dan guru harus terjalin, jangan menggantungkan hanya kepada guru,” lanjutnya.
Masa pandemi, menjadi tantangan yang cukup berat bagi para guru untuk berkreasi, sehingga anak-anak tetap mendapatkan pelajaran melalui daring.”Anak-anak mudah bosan, jika penyajian materi tidak kreatif, sehingga dibutuhkan kreatifitas lebih dari guru dimasa pandemi,” tuturnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Andi Siswanta Attas, mengatakan, perekrutan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, pemerintah memberi porsi khusus untuk PPPK bagi tenaga guru.
“Sesuai kebutuhan memang ada tenaga kesehatan dan guru yang cukup mendesak. Apalagi untuk ukuran Makassar. Khusus guru kita bersyukur dapat porsi yang cukup banyak meski itu PPPK,” terang dia.
Pemkot pun mengusulkan 1.203 calon aparatur sipil negara (CASN) 2021. Terdiri 979 tenaga pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) dan 224 calon pegawai negeri sipil (CPNS). Usulan formasi sudah diajukan ke KemenPAN-RB.
“Terbanyak itu tenaga guru untuk PPPK sebanyak 996 formasi dan tenaga kesehatan untuk CPNS sebanyak 204 formasi,” ujarnya.(rhm)



×


Nasib Guru PAUD tak Jelas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar