MEMILIKI brand sendiri menjadi keinginan banyak pengusaha. Penghasilan yang tergolong besar pun rela ditinggalkan. Hal itu dilakukan Marwati, owner PT Sahabat Atiraja Sejahtera (SAS).
PEREMPUAN 53 tahun ini tampil dalam sesi Podcast Bisnis untuk kanal Youtube Harian Berita Kota Makassar, Kamis (27/5). Kepada Muh Arsan Fitri yang mewawancarainya, Bunda Marwa –sapaan akrabnya– mengurai perjalanan bisnis yang dilakoninya hingga bisa seperti saat ini.
Ibu empat orang yang kesemuanya perempuan ini bertutur, ia sudah menjalankan bisnis sejak tahun 2000 silam. Selama 20 tahun Bunda Marwa bergelut sebagai distributor untuk produk kecantikan. Produk yang cukup terkenal dan dipasarkan kala itu berasal dari luar negeri, seperti Cina dan Amerika.
”Waktu itu anak-anak masih kecil. Saya diperkenalkan oleh teman pada bisnis network. Sebagai ibu rumah tangga biasa, saya kemudian mencoba mempelajarinya agar punya kegiatan. Juga supaya bisa mendapatkan uang,” ujarnya.
Ketika itu, diakui Marwah, situasinya belum seperti saat ini. Menjalankan bisnis harus dilakukan secara offline. Bertemu face to face. Datang langsung ke tempat untuk berbelanja.
”Setelah belajar dari tahun ke tahun, di 2017 cukup spektakuler. Selain produknya, juga penghasilannya. Dalam 15 bulan saya mendapatkan penghasilan sampai Rp3 miliar, sebagai distributor dan member. Bonus hariannya waktu itu bisa mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta. Sistemnya kan berjaringan,” terang Bunda Marwah.
Namun, Marwa tidak ingin terlena dengan penghasilan angka yang fantastis itu. Ia mulai berpikir bahwa suatu saat nanti dirinya akan ‘pensiun’ karena faktor usia. Maka, mulailah dia mengumpulkan database produk-produk yang berkualitas. Bisnis dengan sistem multilevel ditinggalkannya.
Setelah melakukan surveii terhadap banyak produk, Marwa mencoba menjalin komunikasi dengan beberapa pabrik. Namun, persoalan biaya menjadi kendala waktu itu. Hingga akhirnya pada 2019 ia bertemu dengan seseorang melalui sosial media. Ada nomor gawai yang tercantum di sana.
”Usai salat subuh saya hubungi untuk suruh buat produk. Saya ditanya produk apa. Saat itu ia hanya bisanya bikin sabun. Saya kemudian kirimkan warna produk yang akan dibuat, bentuk, berat serta aromanya. Selanjutnya dibuatkan sampel,” jelasnya.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan satu kali dan langsung ada hasil. Melainkan berlangsung lima hingga enam kali dan prosesnya butuh waktu berbulan-bulan. Setelah produknya ada, Marwa tidak langsung memasarkannya. Melainkan menguji dan mencobanya sendiri. Sabun tersebut dipakai 2-3 pekan lamanya. Bila masih ada yang dianggap kurang, disampaikan untuk direvisi. Enam bulan kemudian barulah disepakati memproduksi untuk dipasarkan.
Tak berhenti sampai di situ, persoalan merek kemudian jadi pertanyaan. Marwa sempat menyodorkan lima nama. Namun tak satupun yang disetujui, karena sudah ada yang dipakai.
”Tahun 2019 itu lagi viral film Atiraja. Saya klik dan menontonnya. Langsung ada ide untuk menggunakannya sebagai brand karena Makassar sekali. Saya langsung sodorkan. Setelah dicek, ternyata bisa dan belum ada yang pakai. Memang ada yang menggunakannya, tapi untuk jenis kuliner. Kalau untuk jenis sabun, belum ada,” terangnya.
Selain karena belum ada yang memakainya, nama Atiraja juga punya makna khusus di kalangan orang Bugis-Makassar. Artinya kurang lebih hati yang sangat mulia, kukuh, dan teguh. ”Ini menggambarkan bahwa saya mau Indonesia, bahkan dunia tahun bahwa pemilik SAS adalah orang Makassar asli,” tandasnya.
Selain sabun, SAS juga menghasilkan dua produk lainnya, masing-masing obat luka luar dan minuman kesehatan. Marwa yang merupakan alumni SMK jurusan Akuntansi mengaku mendapat meracik keduanya dari belajar di internet.
”Tahun 2019 kami sudah banyak memasarkan obat luka ini. Bahkan sudah sampai di luar negeri. Bahan dasarnya dari cairan tempurung kelapa yang dibakar. Uap dari pembakaran itu yang dikemas, sehingga hasilnya alami sekali. Ini masuk kategori jamu tanpa memakai pewarna dan pewangi. Waktu kecil di kampung saya biasa pakai uap tempurung untuk mengobati luka. Bisa menyamarkan bekas luka,” jelasnya.
Produk terbaru, disebut Marwa yang luar biasa. Ramuannya dari strawberry dan ekstark bunga sakura. Manfaatnya untuk luar dan dalam.
”Saat ini masih tahap promosi. Baru satu bulan diproduksi. Bisa membersihkan usus dalam tubuh,” ungkap Marwa sambil mendemokan cara kerja produknya ini. (*/rus)

