pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Skema PTM, SD Dua Jam dan SMP Tiga Jam

MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba menyebutkan kalau ada sejumlah skema pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah disiapkan. Mulai dari batas kapasitas hingga durasi jam belajar bagi siswa.
“Jadi, bulan Juli kan masuk ajaran baru. Kita mulai simulasi dulu. Jam belajar SD itu hanya dua jam, SMP tiga jam,” ujar Nielma, Rabu (16/6).
Khusus jam belajar, kata dia, bakal dibatasi merujuk pada instruksi presiden. Olehnya, pihak sekolah harus memastikan jadwal atau roster mata pelajaran yang akan diberikan kepada siswa.
“Kalau kapasitas tentu 50 persen. Mereka nanti per shift masuk. Misalnya kalau SD rombongan belajarnya itu ada 28, nanti yang masuk 14 dulu,” terangnya.

Juga disampaikannya, siswa harus menjalani tes covid-19 melalui rapid antigen. Hal itu untuk memastikan mereka aman dari penularan virus sebelum menginjakkan kaki kembali di sekolah.
“Di testing antigen sebelum masuk sekolah. Ini kan masuk program Makassar Recover,” ucap Kepala Bapelitbangda Makassar ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Amalia Malik mengaku, persiapan untuk sekolah tatap muka terus dilakukan. Saat ini, Disdik sudah merampungkan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang ingin melangsungkan pembelajaran tatap muka. Hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar Rudianto Lallo, mendorong Pemerintah Kota Makassar menemukan solusi tepat agar pendidikan yang berkualitas merata di seluruh peserta didik.
Hal ini disampaikan Rudianto Lallo saat membuka kegiatan rakor Dewan Pendidikan Makassar yang bertema Meningkatan Peranserta Yayasan Pendidikan Pengelola Sekolah Swasta Menuju Revolusi Pendidikan Makassar Recovery di Hotel Maxone Makassar, Rabu, (16/6).
Rudianto Lallo yang juga ketua DPRD Makassar itu menjelaskan, pandemi covid-19 ini banyak memberikan pelajaran berharga. Salah satunya upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di kota ini. Sebab masih banyak dijumpai di jalan anak-anak peserta didik yang mestinya tetap belajar meski dilakukan di rumah masing-masing melalui daring.
“Ini tentu sangat memprihatinkan. Pemerintah Kota Makassar mesti mencarikan solusi, bagaimana pendidikan yang berkualitas itu. Bukan hanya bisa dirasakan oleh peserta didik yang mampu, tetapi juga oleh peserta didik yang kurang mampu,” tegas Rudianto Lallo.
Di hadapan puluhan pengelola sekolah swasta, Rudianto Lallo juga menyampaikan lima masukan ke pemerintah kota, terkhusus ke Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan program utama pemkot, yakni Revolusi Pendidikan, Semua Harus Sekolah yang harus didukung dan dikerjakan secara bersama-sama.

Pertama, perlunya pengembangan pembelajaran secara daring maupun luring, yang berkeadilan dan terjangkau bagi semua peserta didik. Setidaknya, Dinas Pendidikan punya materi atau bahan pembelajaran yang mudah di akses bagi para peserta didik dan pendidik, berupa hardcopy maupun softcopy.,
Kedua, peningkatan SDM bagi para tenaga pendidik dan kependidikan, dengan memperbanyak pelatihan-pelatihan berjenjang, sesuai kebutuhan dan standarisasi mutu pendidikan. Termasuk pemberian reward bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang berprestasi. Reward yang paling baik adalah memberikan beasiswa pendidikan kepada yang berprestasi.
Rudy juga berharap, Pemkot Makassar lebih memperhatikan lagi sekolah-sekolah swasta, dengan cara mempermudah urusan administrasi yang sesuai regulasi tentunya. (rhm)




×


Skema PTM, SD Dua Jam dan SMP Tiga Jam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar