MAKASSAR, BKM — Pengurus Masjid Darussalam Kompleks Bumi Bosowa Permai Minasa Upa, Makassar berkunjung ke Masjid Kurir Langit yang berlokasi di Jalan Anggrek, Ujungnge, Kabupaten Barru, Sabtu, 26 Juni 2021. Mereka dipimpin Ketua Pengurus Masjid H Abdul Karim, didampingi Sekretaris H Aras Angka, sejumlah koordinator bidang, pengurus majelis taklim, serta remaja masjid. Rombongan diterima langsung Presiden Masjid Kurir Langit Syahid Fii Sabilillah, didampingi Direktur Baitul Maal Wahyu, dan Direktur Wakaf Mohammad Tahang.
Abdul Karim menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui apa yang diterapkan oleh pengurus Masjid Kurir Langit sehingga bisa mendapatkan pencapaian hingga saat ini. Khususnya manajemen pengelolaan. ”Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Masjid Kurir Langit bisa kami terapkan di Masjid Darussalam,” ujarnya.

Wahyu dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa sebelum masjid dibangun pada tahun 2017 lalu, pengurus Masjid Kurir Langit telah terbentuk dalam sebuah gerakan sedekah Kurir Langit. Beranggotakan para remaja di Kabupaten Barru yang usianya di bawah 30 tahun.
Awalnya mereka hanya menjadi perantara beberapa donatur untuk menyampaikan sumbangannya ke orang yang membutuhkan. Dengan hanya menjadikan warkop sebagai tempat berkumpul para relawan.
Setelah beberapa tahun mereka akhirnya menyewa sebuah ruko yang digunakan sebagai basecamp Kurir Langit. Di tahun 2017, seorang donatur memberikan sebidang tanah kepada relawan Kurir Langit untuk membangun sebuah masjid. Mereka pun merancang sebuah masjid dengan konsep milenial multi manfaat.

”Ada banyak program yang kami lakukan untuk membantu kaum dhuafa. Mulai dari mereka yang terkena dampak bencana, seperti di Palu, Poso, dan Sulbar. Hingga menyantuni yatim penghafal Qur’an,” terang Wahyu.
Masjid Kurir Langit yang berada tepat di pinggir sungai ini telah mengoperasikan dua unit ambulans untuk aktivitas kemanusiaan. Semuanya gratis untuk mengangkut mayat. Kecuali mereka yang meninggal dunia karena bunuh diri.
Masjid ini mendapatkan donatur dari berbagai kalangan. Cukup banyak melalui sosial media. Bupati Barru H Suardi Saleh bahkan telah menginfakkan sebagian gajinya untuk Masjid Kurir Langit.
”Ada banyak program yang kami sudah laksanakan. Dari semua itu, ada juga di antaranya yang tidak bisa kami realisasikan. Kami kemudian kembalikan itu kepada Allah Swt yang menjadi pemilik masjid ini. Mungkin program yang kami susun itu belum mendapat ridha untuk dilaksanakan. Selanjutnya kami buat program baru lagi,” jelas Syahid dalam sesi tanya jawab.

Diakui, Masjid Kurir Langit tidak memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Semuanya mengacu pada aturan dalam Al-Qur’an. Pengelolaan keuangan dilakukan secara profesional dengan melibatkan akuntan. Bahkan, pengurus menargetkan untuk bisa mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Karena itu, mereka kini tengah menertibkan administrasi.
Kepercayaan para donatur terhadap pengurus Masjid Kurir Langit tergolong tinggi. Hal itu dibuktikan dari besarnya dana yang berhasil dikumpulkan dan disalurkan. Prinsip terima kasih mereka jalankan. ”Begitu ada dana yang kami terima, langsung dikasih dan disalurkan ke mereka yang membutuhkan. Tidak ada yang disimpan-simpan,” terang Syahid lagi.

Di tahun 2020 lalu, Masjid Kurir Langit berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp7,1 miliar. Saat ini dana tersebut telah habis dibagikan sesuai akad.
Di akhir pertemuan, pengurus Masjid Kurir Langit menjelaskan tentang baitul maal yang mereka kelola. Termasuk keberadaan pondok pesantren yang mendidik santri dan santriwati tanpa bayaran alias gratis. Selanjutnya, H Abdul Karim menyerahkan cinderamata kepada Syahid. (*)

