MAKASSAR, BKM — Seorang tukang kebun bernama Jamaluddin alias Daeng Jalling (41), ditemukan tewas di sebuah selokan, Selasa (13/7). Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun batu di kawasan Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Selain itu, pada tubuh korban juga ditemukan luka tebasan di leher dan kepala. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana mengungkapkan hal ini saat menggelar press release bersama Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, Selasa sore (13/7), di depan Mapolrestabes Makassar.
Dikemukakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku bernisial B (42) yang pagi itu juga berhasil diungakap dan ditangkap anggota Polsek Manggala dan Polrestabes Makassar di rumahnya kawasan Manggala, mengemukakan, sebelum terjadi penganiayaan dan mengakibatkan korban tewas, awalnya korban menuduh pelaku mencuri jagungnya di kebun, sehingga pelaku tidak terima baik.
Selanjutnya terjadi pertengkaran mulut sampai adu jotos. Kemudian korban mengambil parang di kebunnya sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berusaha memerangi pelaku. Namun pelaku menghindar dan melompati korban, lalu merampas parang korban.
Pelaku lalu menebas kepala korban hinga mengalami luka dan korban terkapar. Sehingga nyawanya tidak bisa tertolong. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin sore (12/7).
Pelaku kemudian mengangkat korban dari kebun lalu membuang masuk ke dalam selokan tidak jauh dari TKP. Setelah itu, pelaku mengambil batu dan menindiskan ke tubuh korban dalam selokan untuk mengelabui petugas. Mayat korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rahman, usai press release yang ditemui BKM, mengemukakan, pengungkapan pelaku penganiayaan tersebut saat anggota tiba di TKP langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di rumahnnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar menambahkan, korban diduga dibunuh oleh pelaku di sebuah sawah. Selanjutnya, pelaku membawa jasad korban dan dibuang ke selokan.
”Kejadiannya di sawah, tapi ditemukan kurang lebih 1 km dari TKP, di selokan. Terus ditumpuk sama batu-batu,” tutur Kompol Jamal. (jul)

