MAKASSAR, BKM — Marwah Densi, salah seorang dosen luar biasa di Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar mengikuti ujian promosi doktor untuk meraih gelar doktor ilmu pendidikan bahasadi Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM), Selasa, 27 Juli 2021. Ujian berlangsung di Aula Gedung AD Lantai 5 secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat.
Mantan dosen luar biasa di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar ini mengajukan riset disertasi dengan judul Pengembangan Bahan Ajar Membaca Cepat Berbasis e-Learning Siswa Kelas X SMKN 7 Makassar. Ia mempertahankannya di depan tim penguji yang diketui Prof.Dr.Anshari,M.Hum., Sekretaris Prof.Dr.Akmal Hamsa,M.Pd., dan anggota masing-masing Prof.Dr.Muhammad Rapi Tang,M.S., Prof.Dr.Achmad Tolla,M.Pd., Dr.Munirah,M.Pd., Dr. Muhammad Saleh,M.Pd., dan Dr.Kasma F Amin, M.Pd.
Riset Marwah Densi didasari oleh tuntutan agar siswa memiliki keterampilan membaca cepat sesuai dengan tujuan kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam pembelajaran. Asesor Sekolah/Madrasah Provinsi Sulawesi Barat ini mengembangkan bahan ajar desain Four-D dari Thiagarajan, lokasi riset di SMK Negeri 7 Makassar, dan fokus penelitian membaca cepat teks anekdot.

Hasil riset menunjukkan bahwa pertama, pengembangan prototipe bahan ajar membaca cepat teks anekdot sesuai desain Thiagarajan. Kedua, bahan ajar dinyatakan valid dengan nilai 3,6 berkategori valid. Ketiga, bahan ajar dinyatakan efektif dengan nilai 67,56 berkategori baik. Keempat, bahan ajar dinyatakan praktis dengan nilai 83,33 persen, 81,81 persen, dan 86,36 persen berkategori baik.
Mantan Kepala SMK Plus Indonesia Timur ini berkeyakinan bahwa produk bahan ajar yang dihasilkan dapat meningkatkan keterampilan membaca cepat, khususnya teks anekdot. Selain itu, aplikasi yang dikembangkan dapat menentukan klasifikasi kecepatan membaca siswa.
Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi tim penguji, Marwah Densi dinyatakan lulus dengan IPK 3,89 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni ke-956 PPs UNM dan ke-74 Prodi Ilmu Pendidikan Bahasa.
Ketua Prodi S-3 Ilmu Pendidikan Bahasa, Prof.Dr.Muhammad Rapi Tang,M.S. mengapresiasi semangat dan motivasi mahasiswanya. Menurut pakar Filologi Bugis ini, setiap mahasiswa doktor harus menghasilkan temuan dalam riset disertasinya.
“Tanpa ada kebaruan (novelty), disertasi itu sangat hampa dan tidak berkontribusi dalam pengembangan keilmuan. Karena itu, sekecil apapun temuan yang bersifat kebaruan akan memberi nilai aksiologis dalam dunia akademik dan keilmuan,” tegas Guru Besar FBS UNM ini. (rls)

