USIA muda tidak menghalangi untuk meraih prestasi. Aulia Faradiba membuktikan hal itu. Di umurnya yang baru menginjak 18 tahun, sederet prestasi mengagumkan telah ia torehkan. Pencapaiannya di dunia modelling dibahas dalam program Diary Putri untuk podcast kanal Youtube Berita Kota Makassar.
HADIR di kantor BKM lantai III Gedung Graha Pena, Aulia tak datang sendirian. Ia bersama ibunda tercinta. Memang, antara ibu dan anak ini memiliki kedekatan yang begitu istimewa.
Cewek dengan senyum manis ini mengawali karir dunia modelling pada tahun 2018. Meski awalnya pemalu, namun berkat dorongan sang ibu, Aulia memberanikan diri untuk terjun ke dunia yang kemudian mengharumkan namanya itu.
”Terima kasih mama. Tanpa mama, saya tidak akan jadi seperti sekarang,” begitu yang terucap dari bibirnya.
Seiring berjalannya waktu, titian karir yang dilakoninya terus berbuah hasil. Ia pernah meraih juara II pada Pemilihan Model Cassual Sporty tahun 2021. Menjadi runner up pemilihan Fashion Icon Sulawesi Selatan. Dan yang paling membanggakan, ia didapuk sebagai juara satu Duta Wisata Kabupaten Takalar, yang diraihnya pada tahun yang sama.
Putri Sasongko sebagai host, bersepakat dengan Aulia bahwa ibu adalah segalanya. Ibu adalah the best support untuk anak-anaknya. Aulia menekankan bahwa ibu adalah penyemangat terbesarnya. “Mama selalu meyakinkan saya bahwa saya bisa,” ujarnya
Karena ibunya pula, Aulia sampai saat ini berprinsip bahwa, ‘jika yang lain bisa, maka saya juga pasti bisa.’
Aulia pun terus belajar dan memotivasi diri. Ia mengikuti berbagai lomba yang digelar. Diakui, dari semua prestasi yang ia dapatkan, tentu saja tidak diperoleh semudah membalik telapak tangan. Banyak hal yang harus dilewatinya. Seperti yang lainnya, untuk sampai pada pencapaian yang sekarang, Aulia pernah merasakan kegagalan. Namun, menurutnya, itu merupakan hal yang lumrah terjadi. Profesi apapun yang dijalani, jalani, tidak bisa langsung berada di puncak. Ada prosesnya. Kadang perjalanannya lurus, biasa juga berkelok-kelok”
Aulia berkisah hal tersebut pernah dialaminya. ”Waktu itu, saat ikut sebuah event. Di ajang tersebut saya tidak mendapatkan apa-apa. Tentu saya sangat kecewa, dan berpikir mungkin itu karena saya yang over confident. Namun, ibu saja menasihati saya, udah nak, masih banyak event yang lain,” kenangnya. Lagi-lagi, ibu menjadi penyemangatnya.
Tentang event Duta Wisata Takalar yang diikutinya, Aulia ditanya apa yang membuat dirinya hingga terpilih sebagai juara. Menurut Aulia, ada banyak unsur penilaian yang dilakukan oleh . Bukan hanya pada grand final. Tapi juga menilai kegiatan apa saja yang telah diikuti peserta.
Lalu hal apa yang Aulia tonjolkan di ajang yang berlangsung selama hampir dua minggu tersebut? “Tentu dengan cara mempromosikan diri kita. Bagaimana kita mampu membuat tempat wisata di Takalar menjadi terkenal,” tuturnya
Pada rangkaian pemilihan Duta Wisata Takalar 2021, Aulia menyebut ada sesi malam bakat. Di sini seluruh peserta diwajibkan untuk menampilkan bakat-bakat mereka. ”Saya membawakan tarian empat etnis,” ujarnya.
Pernyataan Aulia membuat Putri berhasrat mengetahui lebih jauh. Sebab biasanya tarian empat etnis dibawakan oleh beberapa orang penari secara bergantian di atas panggung. Beda halnya dengan Aulia yang menarikannya seorang diri.
Dalam dunia lomba pasti ada saja tanggapan-tanggapan orang yang membandingkan peserta satu dengan yang lainnya. Menanggapi itu, dengan bijak Aulia menjawab. “Saya tidak terlalu menganggap serius omongan mereka. Kalau saya masukkan ke hati, hanya akan menjadi beban pikiran,” katanya.
Untuk rencana ke depan, Aulia kembali akan mengikuti lomba modelling. Dirinya menjadi perwakilan Kabupaten Takalar untuk mengikuti ajang Pemilihan Duta Wisata Sulawesi Selatan.
Tentu saja Aulia akan menghadapi lebih banyak lagi peserta yang menjadi pesaingnya. Untuk itu diapun disibukkan dengan persiapan. “Banyak belajar. Mencari tahu tentang kabupaten-kabupaten lain yang ada di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.
Selain bergelut di dunia modelling, Aulia Farida juga terjun di film. Salah satu film yang dibintanginya berjudul Air Mata endi. Di sini ia berperan sebagai Neni, seorang bad girl.
Menurutnya, peran yang ia bawakan tidak terlalu sulit. Karenanya, dia enjoy melakoninya.
Proses shooting yang ia jalani terbilang singkat namun melelahkan. “Pada saat take, saya itu cuma satu hari yang memang dari pagi sampai subuh.”
Bagaimana jika Aulia kembali ditawari untuk bermain film lagi? Menanggapi itu, Aulia menatap ibunya yang turut hadir pada kesempatan wawancara, Rabu (4/8). “Tergantung ibu saya,” jawabnya sambil tertawa.
Sebagai penutup, Aulia yang akan mengikuti ajang Pemilihan Duta Wisata Sulawesi Selatan berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya Kabupaten Takalar agar senantiasa mendukungnya dalam ajang tersebut yang akan segera diselenggarakan dengan cara melike fotonya di Instagram Official Duwi Sulsel. (pkl)

