MAKASSAR, BKM– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny” Pomanto, mengaku kecewa melihat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum juga maksimal di dalam penggunaan anggaran, termasuk anggaran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Hal ini diketahui Danny saat dilaksanakan focus group discussion (FGD) LKPD tahun 2020 di gedung Keuangan Provinsi Sulsel, Kamis (12/8).
Dalam FGD tersebut , disebutkan secara keseluruhan di Sulsel hingga memasuki triwulan ketiga penyerapannya jauh dari pencapaian tahun sebelumnya.
Jika tahun 2020 lalu, serapan DAK sudah mencapai 25 persen di triwulan kedua, tahun ini baru berkisar 13,7 persen dari pagu anggaran.
Salah satu wilayah dengan serapan anggaran DAK sangat rendah adalah Kota Makassar. Yang cukup parah, untuk DAK fisik, hingga triwulan kedua ini, belum ada yang terserap sama sekali.
Danny kepada wartawan tetap berkomitmen akan meningkatkan performa keuangan di lingkup Pemkot Makassar. Apalagi, salah satu penyebab minimnya serapan anggaran karena belum rampungnya resetting pemerintahan. Diapun berjanji setelah tanggal 27 Agustus mendatang dan usai penetapan RPJMD, semua akan dimaksimalkan.
“Tunggu-tunggumi. Memang di Makassar belum maksimal penyerapannya karena inikan sekarang bukan kita punya settingan. Ini dari yang lalu. Makanya ini perlu di set up. Inshaallah setelah tanggal 27 Agustus kita akan setup semua akan kencang larinya dan setelah penetapan RPJMD,” ucapnya.
Lebih jauh, Danny mengatakan, sebenarnya ia marah dengan kondisi yang terjadi saat ini. Apalagi dengan adanya ancaman DAK akan ditarik kembali ke pusat jika tidak maksimal dipergunakan.
Namun dia akan tetap memaksimalkan jalannya program yang telah direncanakan. Seperti DAK yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur jalan misalnya. Itu masih bisa dikebut hingga rampung.
“Mudah-mudahan jalan satu bulan bisa selesai,” tandasnya.
Danny juga berkomitmen agar perputaran ekonomi di kota Makassar bisa kembali maksimal meskipun dalam keadaan pandemi.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Makassar, Hadijah Iriani R, mengutarakan, dari hasil monitoring evaluasi triwulan II realisasi anggaran untuk DAK fisik belum ada sama sekali. “Sangat disayangkan,” katanya.
Progres OPD terlihat memang sangat kurang baik. Terlebih jika ada anggaran DAK dikembalikan nanti. “Untuk di OPD lainnya juga belum bisa dipastikan terealisasi maksimal untuk DAK fisiknya,” tuturnya. (rhm)

