MAROS,BKM — Sedikitnya, empat sekolah di Kabupaten Maros siap melaksanakan sistem Computer Based Test (CBT) untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 ini.
Empat sekolah tersebut masing-masing, tiga sekolah kejuruan (SMK) dan satu sekolah menengah pertama (SMP). Tiga sekolah yang akan UNBK adalah SMK 1 Lau, SMK 2 Simbang dan SMK Tridharma serta SMP Negeri 2 Unggulan Maros. SMK 1 dan 2 merupakan sekolah kejuruan negeri sedangkan SMK Tridharma adalah sekolah swasta.
Kepala Dinas Pendidikan (Diknas), Ashar Paduppa menuturkan, pihaknya memang tidak mewajibkan UNBK diterapkan diseluruh sekolah di Maros. Pasalnya, masih banyak sekolah yang belum dilengkapi peralatan komputer. Terlebih, UNBK bukan hal yang wajib bagi daerah yang memang belum mampu melaksanakan sistem tersebut.
“Memang tidak ada kewajiban untuk menerapkan ujian sistem itu karena kondisi sekolah berbeda-beda. Bagi sekolah yang tidak siap yaa jangan dipaksakan, persoalan utama kan alat yang belum mencukupi. Sejauh ini, baru empat sekolah tadi yang menyatakan siap UNBK,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/3).
Sekedar diketahui, jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK di Kabupaten Maros sebanyak 503 siswa dengan rincian SMK Negeri 1 Lau sebanyak 261 siswa, SMK Negeri 2 Simbang sebanyak 171 siswa dan SMK Tridharma 71 siswa. Total peserta ujian nasional di Maros untuk tingkat atas sebanyak 1948 siswa dari sekolah negeri dan swasta 714 siswa.
Sedangkan siswa kejuruan negeri sebanyak 422 dan sekolah swasta 390 siswa.
UNBK yang juga disebut Computer Based Test(CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online, yakni soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). (ari-ril)
Empat Sekolah Siap Laksanakan UNBK
×

