pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Desain Batik Pegawai Libatkan Siswa SMK

GOWA, BKM — Acuan mengenakan seragam batik untuk hari tertentu bagi pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa tak lagi menggunakan aneka motif. Para pegawai ini nantinya mengenakan batik bermotif khusus, berupa aksara Lontara’ dan motif Patonro’ yang didesain oleh siswa SMKN 2 Sungguminasa.
Dua motif khas masyarakat Gowa atau suku Makassar ini menjadi kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Gowa setiap hari Jumat, serta sebagai aplikasi instruksi Presiden RI sebagai hari batik nasional.
“Selain kita melaksanakan ketentuam berbatik secara nasional ini, kita juga menampilkan budaya khas daerah Gowa dengan batil motif Lontara’ dan Patonro’ ini,” kata Sekkab Gowa, H Muchlis di kantornya, Jumat (4/3) lalu.
Penggunaan motif spesifik khas daerah ini, menurut Muchlis, sebagai upaya memberdayakan batik lokal Gowa serta mengasah kreatifitas anak daerah untuk mengolah dan mencipta sendiri.
Untuk motif batik, tambah sekkab, pihaknya memberi kepercayaan kepada pihak SMKN 2 Sungguminasa untuk memdesainnya.
“Kita sudah mengkoordinasikan ke SMKN 2 Sungguminasa untuk membuat motif khusus batik lokal kita. Jadi ada beberapa motif yang ditunjukkan dan kita pilih motif huruf lontara’ dan motif patonro’ dan sementara kita lakukan modifikasinya,” kata Muchlis.
Muchlis menjelaskan, kebijakan mendesain motif batik lokal ini merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden untuk penggunaan kain batik dan tenun ikat untuk pemberdayaan ekonomi lokal.
“Makanya kita harap supaya batik khas kita sendiri yang dikembangkan supaya orang tidak jauh-jauh lagi membeli batik tapi cukup di Gowa saja membelinya. Olehnya itu saya minta kerja sama dengan pihak SMKN 2 Sungguminasa untuk merancang dulu dan kita juga bisa memberdayakan kreatifitas siswa setempat,” ungkapnya.
Tekait besaran anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan dan desain batik khusus itu, Muchlis berencana akan mengusulkan. “Dimungkinkan untuk pengadaan batik ini maka kita akan anggarkan. Bisa jadi anggaran pakaian dinas bukan lagi untuk pakaian keki tapi menjadi anggaran baju batik hasil karya dari SMKN 2 Sungguminasa,” tandasnya.
Terpisah, Kepala SMKN 2 Sungguminasa, Yayuk Wahyuni Yuritman mengatakan, pihaknya sangat merespon keinginan dan rencana Pemkab Gowa membudayakan batik lokal dan melibatkan pihaknya dalam proses pembuatan seragam pegawai.
“Kami akan berbuat semaksimal mungkin dalam menciptakan produk-produk batik yang memiliki desain lokal yang bagus khususnya motif lontara’ dan patonro’ yang menjadi inspirasi bagi pemerintah kabupaten.” katanya. (sar-ril)



×


Desain Batik Pegawai Libatkan Siswa SMK

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar