MAKASSAR, BKM — Musim hujan diperkirakan akan datang lebih awal tahun ini. Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan biasanya dimulai pada Oktober, namun pada tahun ini dimulai pada September.
Sebagai kota yang kerap menjadi langganan banjir, warga Makassar sudah harus mengantisipasi datangnya musim hujan dengan memelihara saluran drainase di sekitar tempat tinggalnya. Khususnya di kawasan yang kerap jadi langganan banjir.
Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Syafar Madjid, mengemukakan, ada lima kawasan yang berpotensi dan selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
Lima kawasan tersebut diantaranya Kodam III, Rappokalling, Coko Nuri, Swadaya, dan Nipa-nipa.
“Seperti di kawasan Nipa-nipa, salah satunya Antang Blok 10,” bebernya, akhir pekan lalu.
Banjir di sejumlah kawasan tersebut dominan terjadi karena terjadi penyumbatan pada saluran air atau drainase karena sampah dan sedimentasi.
Kata Syafar di Blok 10 itu ada gorong-gorong jembatan yang dibuat perumahan sangat kecil. Untuk area kanal sedimennya selalu dikeruk, tetapi pada saat musim hujan gorong-gorong itu mudah tersumbat.
“Untuk itu, saat ini kami koordinasi Balai Besar Wilayah Sungai karena itu wilayahnya,” kata dia.
Pihaknya berharap masyarakat berperan aktif untuk mendata area genangan jika hujan juga Kapan terjadi genangan itu.
“Terutama yang ada wilayah pinggiran itu, sehingga bisa diawasi setiap saat,” harapnya.
Sementara itu, untuk dalam kota, drainase yang ada butuh normalisasi. Karena saluran lama sudah tidak bisa menampung aliran air.
Dinas PU Kota Makassar saat ini sudah melakukan pengerukan sedimen di 43 titik. Sedimen yang dikeruk itu sekitar 192 kubik per hari.
Khusus di kawasan dengan jumlah sedimentasi yang cukup besar dan rawan banjir, Dinas PU menyiapkan dua eskavator spider.
“Kita lakukan pengadaan tahun ini satu eskavator spider tetapi batal,” bebernya. Itu karena penyedia tak mampu setelah klarifikasi keinginan spesifikasi. Pagu yang disediakan Rp3,5 miliar.
Sementara itu, di tingkat kecamatan, satgas drainase mulai diaktifkan kembali untuk mengontrol saluran pembuangan.
Menurut Camat Mamajang, Edward Supriansyah, menjelang masuknya musim hujan, langkah awal yang dilakukan, mulai Sabtu (28/8), lalu, pihaknya mulai menurunkan satgas drainase yang ada di kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pembersihan drainase dan pengangkatan sedimen.
“Itu kami lakukan guna meminimalisir terjadinya banjir,” ungkap Edward.
Senada dengan hal itu, Camat Bontoala, Arman Nurdin, juga mulai menerjunkan satgas drainasenya untuk mencegah terjadinya genangan ataupun banjir di wilayah kerjanya.
“Jadi dalam rangka mengantisipasi musim hujan yang akan datang, satgas drainase mulai diaktifkan. Kami berkomitmen dan berusaha agar drainase bisa berfungsi maksimal sehingga tidak menimbulkan genangan,” tandas Arman. (rhm)

