pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Cocok Bagi Penderita Insomnia, Aroma Mint untuk Salesma

Lima Mahasiswa UNM ”Sulap” Jerami Jadi Bantal

MAKASSAR, BKM — Pandemi covid-19 memang melumpuhkan hampir semua sektor kehidupan. Bahkan virusnya telah merenggut nyawa banyak manusia. Namun, ia tidak mampu mematikan kreativitas. Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) membuktikan hal itu.
Lima mahasiswa UNM tergabung dalam satu kelompok melaksanakan PKM-K. Tim ini diketuai Arman Usman yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi. Sementara anggota terdiri dari Ichtiar Gunawan (Prodi Akuntansi FE), Rayana (Prodi Manajemen FE), Ainun Chamila (Prodi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/MIPA), dan Nurfadillah (Prodi PKK-Busana Fakultas Teknik/FT).

Dari kelima orang itu, dua di antaranya hadir di studio BKM Lantai III Gedung Graha Pena Makassar, Jumat (27/8). Arman dan Ichtiar datang memenuhi undangan podcast untuk kanal Youtube BKM.
Arman menuturkan, mereka membuat sebuah produk wirausaha berupa banyak dengan bahan dasar limbah jerami. Prosesnya bergulir Juni-Agustus di Rumah Produksi Allonangku, Jalan Toddopuli VI, Makassar.
Bersama ketiga rekannya yang lain, Arman dan Ichtiar berkreasi mengolah limbah jerami agar dapat digunakan sebagai isian bantal. “Jadi produk kami ini terbuat dari 100 persen jerami yang sudah melalui proses pengolahan sehingga bisa dijadikan isian bantal,” terang Arman.
Ada dua jenis bantal yang mereka produksi, yaitu bantal sofa dan bantal tidur yang berbentuk orthopedic. Menurut penjelasan mahasiswa yang mengenakan jas almamater ini, bantal tidur orthopedic ini mengikuti lekukan leher sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur, terkhusus bagi penderita insomnia.
Selain itu, mereka juga meletakkan unsur budaya dalam produk tersebut. Yaitu pada sarung bantal yang bermotif kain tradisional Sulawesi Selatan.
Untuk pengolahannya sendiri, diawali dengan mengumpulkan limbah jerami dari sawah. Selanjutnya mencucinya dengan menggunakan detergen. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan duri-duri halus pada jerami yang dapat menimbulkan rasa gatal apabila mengenai kulit.
Setelah proses pencucian, jerami tersebut kemudian direndam menggunakan air kapur selama satu malam. Langkah ini ditempuh, juga untuk menghilangkan efek gatal apabila mengenai kulit. Kemudian dilakukan penjemuran selama empat hari atau sampai jerami tersebut benar-benar kering.
”Setelah dirasa jerami tersebut telah kering, proses selanjutnya adalah menggunting jerami menjadi ukuran kecil agar dapat dimasukkan ke sarung bantal,” tutur Arman.
Ichtiar menambahkan penjelasan rekannya, bahwa hal yang melatarbelakangi hadirnya produk ini berawal dari keresahan melihat pola kebiasaan masyarakat yang selalu membakar limbah jerami. “Masalah seperti ini yang muncul di masyarakat dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan,” sahut Ichtiar.
Mengutip dari salah satu penelitian pada tahun 2020 yang ia temukan, Ichtiar menjelaskan bahwa efek dari pembakaran jerami ini akan menimbulkan unsur hara dan membunuh organisme yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Selain itu, pembakaran tersebut dapat menghasilkan asap yang berimplikasi terhadap lingkungan, dan dapat mengganggu pernapasan serta mengganggu pola kehidupan masyarakat.
“Karena masalah itulah, kami tim program kerja mahasiswa dari bidang kewirausahaan melahirkan ide dan gagasan ini dengan lalar belakang bagaimana memecahkannya. Muncullah ide bagaimana mengoptimalkan jerami ini sehingga bisa menjadi produk ekonomis. Bisa dijadikan produk kewirausahaan yang akan diikutkan dalam program kreativitas mahasiswa (PKM),” tandas Ichtiar.
Disebutkan Arman, tiga mahasiswi yang tergabung dalam tim ini memiliki peran masing-masing. Rayana selaku CMO dari Prodi Manajemen, Nurfadila selaku desainer produk dari Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, serta Nur Ainun Camilla dari Prodi Biologi yang berperan membuat arometerapi untuk produk bantal jerami ini.
“Selain menggunakan unsur budaya, bantal jerami ini juga dilengkapi dengan aromaterapi daun mint. Aromaterapi ini bisa memberikan manfaat melegakan saluran pernapasan dan mengurangi salesma (gangguan pada tenggorokan) serta dapat meningkatkan kualitas tidur,” tuturnya.
Cara mengaplikasikan aromaterapi dengan bantal sofa dan bantal tidur ini cukup mudah, yaitu dengan cara menyemprotkannya pada permukaan bantal. Untuk bahan dasar aromaterapi ini berasal dari daun mint asli.
”Jadi kami lakukan mesarasi, kemudian diolah oleh tim kami, Ainun. Meserasi ini dilakukan selama satu bulan. Esktraknya itu kemudian menjadi aromaterapi untuk diaplikasikan ke bantal,” jelas Arman.
Seperti disebutkan sebelumnya, produk bantal jerami ini akan diikutkan dalam even PKM yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Melalui program ini, mahasiswa dilatih untuk dapat mengaplikasikan apa yang diperoleh dari kampus dalam bentuk pengabdian atau dalam bentuk wirausaha.
Produk ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya universitas, fakultas, dan juga Kemendikbud. “Kemendikbud membantu kami dalam segi dana untuk melaksanakan program kreativitas mahasiswa ini. Termasuk pihak kampus serta dosen-dosen dari fakultas kami masing-masing,” terangnya.
Produk bantal jerami ini masih dalam tahap awal. Untuk selanjutnya, setelah tim program kerja (proker) mahasiswa melakukan pelaporan kepada Kemendikbud, mereka berencana akan melanjutkan memproduksi bantal jerami lebih banyak lagi dan akan memasarkannya secara lebih luas. “Bahkan kami mempunyai rencana tahapan berikutnya yaitu bisa mengeksplor produk kami ini ke kancah internasional,” tutur Arman.
Dalam mengikuti PKM, tim proker ini harus melalui beberapa tahapan, yaitu membuat dan mengirim proposal yang akan diseleksi oleh pihak Kemendikbud. Setelah itu akan ditentukan tim yang lolos pada tahap pendanaan. “Pada tahap pendanaan ini, setiap tim yang lolos dituntut untuk membuat produk sendiri. Setelah itu dilaporkan dan dipresentasikan kembali pada tanggal 6 sampai 18 September. Setelah itu, akan ada pengumunan produk yang akan diikutkan dalam Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional),” jelas Ichtiar.
Sementara itu, dalam rencana pemasaran secara lebih luas, tim proker bidang kewirausahaan ini bekerja sama dengan Duta Pariwisata Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan produk bantal jerami tersebut. Untuk bahan bakunya sendiri, mereka memperolehnya dari beberapa petani yang ada di Sulawesi Selatan.
“Dari segi bahan baku sangat terpenuhi sehingga produk wirausaha ini bisa tetap berjalan dan berkembang,” Arman.
Setelah pemasaran yang dilakukan, tentu ada beberapa konsumen yang membeli produk bantal jerami ini. Mereka percaya bahwa ide dari mahasiwa tentunya kaya akan kreativitas. Artinya, suatu produk yang lahir dari mahasiswa memberikan manfaat-manfaat yang berbeda.
“Mereka percaya bahwa ide dan gagasan dari mahasiswa bisa bermanfaat untuk pola konsumsi dari masyarakat itu sendiri sehingga hal baru bisa mereka terima, yaitu produk kami,” jelas Ichtiar.
Ia melanjutkan, di era seperti saat ini, media sosial menjadi senjata utama dalam proses pemasaran. Pihaknya pun bekerja sama dengan salah satu jasa personal branding dari produk. Hal itu mereka lakukan untuk meningkatkan pemasaran produk bantal jerami. Termasuk melakukan pemotretan yang lebih modern dan berkualitas untuk menarik konsumen.

Produk bantal jerami ini dibranding dengan nama Alonangku. Menurut Arman, Alonangku berasal dari bahasa Toraja dan Luwu yang berarti bantal. ‘Ku’ dalam kata tersebut merupakan kata ganti untuk ‘aku’, sehingga jika diartikan secara harfiah, Alonangku berarti bantalku atau bantal saya.
Untuk harganya, bantal sofa dibanderol seharga Rp70.000 per picis, gratis satu botol aromaterapi termasuk isian dan sarung bantal. Sementara, untuk bantal tidur orthopedic dibanderol seharga Rp90.000 per picis, termasuk aromaterapi.

Di tengah pandemi seperti saat ini, pemasaran produk yang mereka lakukan hanya melalui online. Meski berencana untuk mengikutkannya dalam pameran, namun hal itu harus ditahan akibat pandemi ini.
Produk bantal jerami ini dilengkapi dengam barcode, yang dapat discan untuk melihat dari mana saja asal motif-motif dari bantal jerami tersebut.
Untuk memperoleh bantal jerami ini, masyarakat dapat memesannya secara daring, atau bisa datang langsung ke rumah produksi bantal jerami ini di Todopuli 6 Perumahan Puri Taman Sari Blok B6 Nomor 6. (pkl)




×


Cocok Bagi Penderita Insomnia, Aroma Mint untuk Salesma

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link