MAKASSAR, BKM — Ada yang menarik dalam kasus penculikan dan perampokan terhadap seorang sopir daring di Makassar. Menariknya dari penyelidikan kasus ini dengan adanya transaksi sampai hendak menghilangkan nyawa korban.
Penyidik Polrestabes Makassar mendalami proses pemeriksaan kasus penculikan disertai perampokan seorang sopir daring. Ternyata, antara eksekutor dan dalang penculikan melakukan transaksi yang mengejutkan.
Ironisnya, transaksi itu sampai hendak melenyapkan nyawa korban (Arman), itu dari permintaan ketiga eksekutor terhadap dalang penculikan. Ketiganya meminta upah senilai Rp500 juta.
”Setelah kami mengambil keterangan mereka eksekutor, rupanya saat transaksi, mereka eksekutor ini meminta upah senilai Rp500 juta untuk melenyapkan nyawa korban (Arman), namun sang dalang tak menuruti permintaan itu. Dia (Dalang), hanya mengiginkan korban diculik saja agar korban jera dari perbuatannya. Pasalnya sang dalang sakit hati lantaran korban sudah beristri. Bahkan tak terima dibeberkan hubungannya ke keluarganya,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rahman, Selasa (31/8).
Perwira dua bunga melati di pundaknya ini melanjutkan, transaksi itu hanya permintaan dari pihak eksekutor hingga sampai terjadi tawar menawar. Dari Rp500 juta hingga turun ke Rp250 juta.
”Kalau dalang penculikan ini, ia tidak sampai ingin melenyapkan nyawa korban. Tapi yang melakukan permintaan itu adalah eksekutor saat transaksi berlangsung. Eksekutor meminta upah Rp500 juta hingga Rp250juta untuk menghabisi nyawa korban dengan cara membawa korban ke laut untuk ditenggelamkan. Tapi sang dalang hanya mau memberi efek jera saja kepada korban,” terang Kasat Reskrim, menirukan keterangan pelaku.
Mereka tujuh kawanan pelaku dan barang buktinya berupa satu unit gawai merek Samsung, satu unit gawai merek Oppo, satu unit mobil Xenia dan sebilah badik diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Sebelumnya, seorang sopir daring viral di media sosial saat ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan kondisi tubuh terluka dan tangan terikat serta mobilnya dibawa kabur perampok.
Dalam video itu, sopir bernama Arman (korban), ditolong warga sembari diantar sampai ke Makassar, Aparat Polrestabes Makassar setelah mendapat aduan, dengan sigap turun melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan korban dan saksi-saksi.
”Awalnya korban menerima order penumpang secara Offline, orderan itu orang dikenal korban, namun saat korban tengah berada disebuah restoran, korban ditodong pisau lalu ditutup matanya dan tangannya diikat, selanjutnya pelaku membawa korban selama 10 hari, tidak sampai disitu, korban juga dianaya, setelah itu pelaku membuang korban di wilayah Gorontalo sembari membawa kabur mobil korban,” jelas Kasat Reskrim.
Setelah menerima laporan korban, tim Jatanras diturunkan melakukan penyelidikan. Alhasil, orang yang sudah teridentifikasi dan diketahui keberadaannya langsung dilakukan penyergapan di sebuah hotel dan berhasil mengamankan tiga orang pelaku.
Mereka ketiga kawanan pelaku kemudian diinterogasi dan menyebutkan keterlibatan kawanan lainnya serta dalang penculikan dan perampokan.
”Dari hasil interogasi ketiga kawanan pelaku menyebutkan bahwa mereka adalah suruhan yang dinjanji akan dibayar dengan kesepakatan senilai Rp70 juta, untuk menculik korban dan merusak mobil korban,” kata Kasat Reskrim menirukan keterangan pelaku.
Saat korban berhasil mereka culik, lanjutnya, kawanan pelaku melucuti pakaian yang dikenakan korban kemudian menutup mata dan mengikat tangan korban.
”Penyekapan dilakukan pelaku selama sembilan hari. Kemudian kawanan pelaku membuang korban di hutan di wilayah Gorontalo, mobil korban juga dirusak. Korban pun meminta pertolongan kepada warga hingga akhirnya warga menolong korban sampai ke Makassar,” jelas Kasat Reskrim. (ish/b)

