MAKASSAR, BKM–Meski jadwal pelaksanaan musyawarah daerah (musda) Partai Demokrat Sulsel belum turun dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), namun tensi politik terus menghangat.
Dua nama calon ketua partai berlambang bintang mercy ini terus mendapat dukungan atau apresiasi dari sejumlah pengurus, termasuk kader.
Sejumlah kader menginginkan agar bakal calon ketua DPD Demokrat Sulsel, Ilham Arif Sirajuddin (IAS) dan Ni’matullah Erbe duduk bersama.
Ketua DPC Demokrat Maros, Amrullah Nur menyarankan agar IAS dan Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe duduk bersama guna menyepakati siapa ketua sebelum dilasakan musda.
“Disarankan pak IAS dan Ulla selaku calon ketua duduk bersama, harus komunikasi,”pinta Amrullah Nur.
Menurutnya, pertemuan sangat penting agar menepis isu diluar yang sudah santer terdengar soal adanya ketegangan antara IAS dan Ulla.
“Ini rekomendasi DPC. Setelah pertemuan maka salah satu harus legowo,” jelasnya.
Tak hanya itu, sejumlah kader menyatakan keinginannya agar kader Partai Demokrat maju calon Gubernur Sulsel 2024.
Keinginan itu didasari atas capaian kursi partai yang berada di atas 50 persen atau empat besar di Sulsel.
Demokrat mengontrol 10 kursi parlemen, hanya kalah dari Golkar dengan 13 kursi, Nasdem 12 kursi dan Gerindra 11 kursi.
“Kita berharap ketua Demokrat Sulsel yang terpilih harus maju Gubernur Sulsel. Ketua harus punya target politik, jangan sia-siakan keringat kader meraih 10 kursi,” kata Amrullah Nur.
Hal sama disampaikan Ketua Demokrat Parepare Rachmat Sjamsu Alam yang mengemukakan bila siapapun yang memiliki elektabilitas yang bagus dapat maju sebagai calon Gubernur Sulsel. Dalam dua kali Pemilu Legislatif, Partai Demokrat selalu masuk 4 besar.
Pemilu 2014 Partai Demokrat di posisi kedua dengan raihan 11 kursi, hanya kalah dari Partai Golkar.
“Tentu sebagai partai yang diprediksi dapat memenangkan pemilu 2024 sebagimana yang dilangsir salah satu lembaga survei nasional baru-baru ini maka sudah pasti dan wajib Partai Demokrat Sulsel akan mengusung kadernya dalam Pilgub Sulsel,” kata Rachmat.
Rachmat mengatakan, Partai Demokrat Sulsel punya jaringan politik eksekutif dan legislatif di 24 kabupaten kota sebagai modal mendorong kader bertarung calon gubernur.
“Salah satunya Pak Ni’matullah atau Pak IAS, apalagi partai demokrat di Sulsel cukup mempunyai jaringan partai yang kuat, termasuk di eksekutif dan di legislatif,” katanya.
Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus menilai Demokrat adalah parpol besar di Sulsel yang selama ini selalu hilang dipercaturan kontestasi Pilgub.
Mereka hanya menjadi pelengkap di tengah euforia parpol lain dalam mengendalikan kontestasi Sulsel.
“Padahal, kursi yang mereka miliki tak pernah kurang dari 50 persen dari total kursi minimal untuk mengusung Paslon,”jelas Nurmal.
Menurutnya, jika parpol ini ingin terus berkembang maka mereka harus berani mendorong kadernya dalam persiapan menuju kontestasi Sulsel itu. “Namun, kita belum mendengar ada upaya itu ketika parpol pesaing lainnya sudah punya jagoan. Demokrat harus punya jagoan di Pilgub Sulsel 2024 entah itu di posisi 01 atau 02,”harap Nurmal.
Sejauh ini, dari 11 partai politik pemilik kursi parlemen DPRD Sulsel, Partai Demokrat satu-satunya parpol yang belum melakukan musyawarah daerah.
Baik IAS maupun Ulla secara terbuka sudah menyatakan keinginannya untuk maju dan bertarung.
Hanya saja, pertarungan tersebut akan diselesaikan di tingkat DPP, bukan lagi sistem voting atau pemungutan suara seperti musda 2016 lalu.
Peserta musda yakni 24 suara ketua DPC, 1 suara DPD, dan 1 suara DPP memilih maksimal tiga calon ketua.
Selanjutnya, tiga calon ketua nantinya akan dipilih oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Jenderal dan BP OKK DPP Demokrat. (rif)

