MAROS, BKM — Si Balung Lestari di Sulawesi Selatan (Sapi Bali Unggul dan Lestari di Sulawesi Selatan) telah berhasil mendapat penghargaan dari Plt Gubernur Sulsel, A Sudirman Sulaeman, Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Sulsel 2021.
Kepala (UPT PTHPT) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, drh Nurlina Saking MKes, MH yang dihubungi BKM usai menerima penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Sulsel 2021, mengatakan, inovasi yang dilakukan di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (UPT PTHPT) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel yang berlokasi di Pucak, dilakukan karena sulitnya peternak untuk menemukan genetik asli Sapi Bali Indonesia (hasil domestikasi banteng liar).
”Sehingga kami sebagai Kepala UPT telah berinovasi menghadirkan Si Balung Lestari di Sulawesi Selatan (Sapi Bali Unggul dan Lestari di Sulawesi Selatan) dan berhasil hingga kami mendapat penghargaan dari Plt Gubernur Sulsel. Ini merupakan inovasi kedua yang mendapatkan penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Sulsel. Pada tahun 2020 dengan inovasinya ‘Teseng Sapita’ Berdayakan Peternak di Sulawesi Selatan Sapita’ = Sapi Pemerintah,” jelas Nurlina Saking.
Menurut Nurlina, inovasi Balung Lestari ini bertujuan menghasilkan sapi Bali yang kompetitif terhadap sapi eksotik dengan mengembalikan genetik nenek moyangnya (Banteng); yang berat dewasanya mencapai 800kg/bobot lahir 16-17kg (jantan), dan betina sampai 670 kg/bobot lahir 14-15kg.
Namun akibat dari dampak breeding (kawin sedarah) dan seleksi negatif (penjualan ternak bagus keluar daerah) peternak hanya dapat menemukan ternak kerdil, dengan bobot lahir kurang dari 13 kg dan memiliki nilai jual rendah.
Hal ini berdampak pada rendahnya minat peternak memelihara sapi Bali, lebih memilih sapi eksotik/luar negeri seperti Limousin, Simmental, dan Brahman yang performanya lebih besar.
Metode kawin suntik (metode inseminasi) antara sapi Bali Sulsel dan Sperma sapi turunan banteng (Banteng cross). ”Langkah seperti inilah yang terus kami akan lakukan untuk kembali melahirkan sapi jenis balung,” tutup Nurlina Saking. (ari/c)

