GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan (Sulsel) sepakat untuk berkolaborasi di bidang kemanusiaan. Pemkab Gowa memberikan ruang kepada ACT untuk menyosialisasikan program-program lokal yang telah dicanangkan oleh ACT. Dalam hal ini untuk diterapkan langsung di daerah-daerah yang ada di Kabupaten Gowa. Khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang membutuhkan dan layak dibantu.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni dengan tim ACT Sulsel di ruang rapat bupati, Kamis (16/9). Silaturahmi dan audiensi ini mengenai sosialisasi program ACT dan rencana kerja sama kedua belah pihak.

Dikatakan Wabup Abdul Rauf, kehadiran lembaga kemanusiaan seperti ACT sangat membantu penanganan permasalahan isu-isu kemanusiaan yang terjadi di Sulsel, termasuk Gowa.
“Mewakili Pemerintah Kabupaten Gowa kami sangat mendukung ACT yang siap disinergikan bersama-sama di daerah ini melalui jalur koordinasi nantinya di pemerintahan, dan Dinas Sosial (Dinsos). Di pemda ada Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) yang siap membantu untuk mengimplementasikan program-program tersebut,” ujarnya.

Selain itu, dalam pertemuan yang juga dihadiri Kabag Kesra serta dari Dinas Sosial, nantinya akan dikolaborasikan pelaksanaan program-program yang telah diinisisasi lembaga kemanusiaan ACT. Menurut Kepala Cabang ACT Sulsel Maskur, mengatakan sambutan positif dari Pemkab Gowa ini merupakan bentuk dukungan dan kepercayaan kepada ACT untuk menyelesaikan permasalahan sosial di Kabupaten Gowa.
“Terima kasih atas sambutan baik dari Pemda Gowa. Semoga sinergi ini membawa dampak positif atas kedermawanan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa,” ujar Maskur.
Sebelumnya, berkat kedermawanan masyarakat, beberapa program kemanusiaan ACT telah dilaksanakan di Gowa. Di antaranya pembangunan wakaf sumur untuk para santri di Pesantren Darul Istiqamah, ribuan porsi makanan gratis untuk masyarakat prasejahtera melalui Humanity Food Truck, puluhan ton logistik untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor, hingga bantuan wakaf modal usaha untuk pedagang kecil yang terdampak pandemi (rls)

