GOWA, BKM — Potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Gowa makin hari kian membuat pesona banyak orang. Karenanya, semakin banyak wisatawan membidik Gowa sebagai alternatif liburan ataupun weekend sejenak. Bahkan saat ini makin banyak investor melirik alam Gowa.
Salah satu potensi itu ada di kota sejuk Malino. Dalam waktu dekat, di Malino ini akan hadir satu obyek wisata lagi, yakni objek wisata bernuansa Eropa. Rencananya, obyek wisata Kampung Eropa ini akan dibangun di Lingkungan Batu Lapisi, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kehadiran wisata nuansa Eropa ini tak akan lama lagi. Pada Sabtu (18/9), Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan telah meletakkan batu pertama pembangunan obyek wisata ini.
Adnan bahkan menyambut baik bakal hadirnya objek wisata baru di Malino.
Menurut ayah dua anak ini, kehadiran kampung Eropa ini akan berdampak baik pada perekonomian Kabupaten Gowa. ”Kami yakin dan percaya dengan hadirnya obyek wisata baru di Gowa tentu akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Gowa dan Insha Allah pengangguran dan kemiskinan akan semakin berkurang di Butta Gowa,” kata Adnan.
Dikatakan, kehadiran wisata ‘Kampoeng Eropa’ ini juga pasti akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Gowa sehingga Olehnya itu, Adnan berharap bisa memajukan pariwisata Kabupaten Gowa.
”Saat ini kita fokus pada pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata. Karena inilah yang langsung masuk sebagai PAD Gowa. Mudah-mudahan Kampoeng Eropa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gowa dan menjadikan Malino sebagai pariwisata nasional,” kata Bupati Adnan.
Owner Kampoeng Eropa, Syafruddin Nawawi, menyebutkan, ada sejumlah alasan memilih Kabupaten Gowa sebagai lokasi investasinya dalam bidang pariwisata. Salah satunya membangun Kampoeng Eropa. Menurutnya, perkembangan Malino dalam sektor pariwisata dan infrastruktur yang cukup pesat membuatnya kembali melirik Gowa.
”Karena saya melihat perkembangan khususnya Malino ini sangat pesat terutama infrastrukturnya. Selain itu, tidak mempersulit pelaku usaha dalam proses pengurusan izin usaha,” kata Syafruddin.
Nantinya, kata Syafruddin, Kampoeng Eropa ini terdiri dari sembilan ikon wisata yakni ada penginapan, ada spot-spot foto dan juga restoran. Selain itu ciri khas dari Kampoeng Eropa pun seperti Menara Eiffel, Kincir Angin dari Belanda dan spot foto Santorini juga akan meramaikan Kampoeng Eropa ini.
”Dalam Kampoeng Eropa ini ada beberapa yang akan dibangun. Ada sembilan villa, itu untuk penginapan, ada spot-spot foto dan juga ada resto. Selain itu ada juga miniatur Menara Eiffel, Kincir Angin dari Belanda. Trus akan ada spot foto santorininya juga,” paparnya.
Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, juga turut melakukan peletakan pertama, mengatakan, dengan adanya ikon-ikon negera Eropa di Kampoeng Eropa ini maka masyarakat Gowa, Sulsel maupun dari provinsi lainnya tidak usah ke luar negeri. Cukup ke Gowa saja menikmati Eropa.
”Kita tidak perlu lagi ke Eropa untuk melihat kincir angin di Belanda dan menara Eiffel di Prancis dan beberapa beberapa ikon negara Eropa lainnya sebab ada di Gowa,” kata Merdisyam berpromosi.
Karena itu, Kapolda Sulsel mengajak pemerintah maupun owner Kampoeng Eropa ini untuk menata baik agar dapat memajukan pariwisata di Kabupaten Gowa. Turut melakukan peletakan batu pertama, yaitu Agus Arifin Nu’mang (mantan wakil Gubernur Sulsel dua periode) dan Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffarudin Pulungan. (sar)

