pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Teman Bus, Angkutan Umum Non Tunai Hadir Oktober

MAKASSAR, BKM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memilih kawasan Makassar, Sungguminasa, Maros, dan Takalar (Mamminasata) sebagai salah satu wilayah di Indonesia untuk pengoperasian Teman Bus.

Teman Bus merupakan implementasi dari program buy the service (BTS) untuk pengembangan angkutan umum berbasis non tunai.

Pengoperasian Teman Bus ini nantinya akan berbasis aplikasi. Selain itu, juga dilengkapi sejumlah peralatan angkutan yang canggih dan CCTV.

Rencananya, Teman Bus mulai dioperasikan di kawasan Mamminasata akhir Oktober mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulsel akan mendukung hadirnya Teman Bus di daerah ini.

Sejumlah persiapan mulai dilakukan. Di antaranya, mulai mengkaji soal rute yang akan dilewati Teman Bus nantinya.

“Rencana akhit bulan depan sudah launching. Rutenya akan dipilih sesuai hasil pengkajian dan yang sudah disepakati,” kata Arafah saat dihubungi BKM, Senin (27/9).

Dia menjelaskan, untuk tahap awal, baru satu rute atau koridor yang akan dilayani. Selanjutnya, akan ditambah sampai menjadi empat koridor hingga akhir tahun 2020.

“Jadi pada saat launching, baru satu koridor yang akan dilayani. Secara bertahap akan ditambah koridornya hingga sampai empat,” jelasnya.

Lebih jauh dikemukakan, setelah beroperasi empat koridor, selanjutnya akan dipersiapkan hingga Teman Bus bisa melayani sampai 12 koridor untuk wilayah Mamminasata.

“Jadi ada tim konsultan dari Jerman. Itulah yang mengevaluasi sehingga diperkirakan ada 12 koridor yang bisa dilewati oleh Teman Bus,” ungkap Arafah.

Berbeda dengan Damri, ukuran Teman Bus nantinya lebih kecil dengan kapasitas penumpang sekitar 20 orang. Dengan menggunakan aplikasi, penumpang bisa mengetahui posisi bus yang akan ditumpangi. Sehingga, saat menunggu di halte bus, penumpang tidak akan khawatir akan ketinggalan bus.

Selain itu, durasi waktu tunggu penumpang juga tidak terlalu lama. Hanya sekitar 7-12 menit, bus sudah akan ada di halte.

Tahap awal, dengan satu koridor, akan dipersiapkan 20 unit Teman Bus. Saat ini, bus-bus tersebut sementara difabrikasi di Jakarta dan selanjutkan akan dikirim ke Makassar sebelum launching akhir Oktober mendatang.

Arafah mengatakan, Pemprov Sulsel akan mensupport program Kementerian Perhubungan tersebut. Salah satunya dengan memfasilitasi beberapa hal yang dibutuhkan. Seperti mempersiapkan rambu-rambu lalu lintas khusus di jalan provinsi yang akan dilewati Teman Bus.

“Kita akan siapkan rambu secara bertahap. Kalau butuh anggaran, akan dialokasikan di APBD Pokok 2022. Tapi itu tidak seberapaji. Mungkin juga ada rambu dari satu tempat kita pindahkan. Kemudian rambu tidak sebesar yang kita bayangkan. Sementara haltenya, nanti menyesuaikan,” ungkap Arafah.

Kepala UPTD Mamminasata Dinas Perhubungan Sulsel, Yudi Syamsibar menjelaskan,
untuk mempersiapkan rencana launching Teman Bus, sejumlah stakeholder terkait juga sudah menggelar rapat yang dipimpin Asisten I Pemprov Sulsel, Aslan Patonangi pada Kamis pekan lalu.

Rapat tersebut dihadiri kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Dinas Perhubungan Kota Makassar, TGUPP, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Dalam rapat tersebut, Kepala Seksi Angkutan Massal Kemenhub Hadi Setyabudi memaparkan terkait program Teman Bus. Termasuk persiapan yang harus dilakukan saat launching.

“Hasil rapat membicarakan soal timeline rencana launching, rencana persiapan koridor dan prioritas koridornya yang mana dulu mau digunakan saat launching. Bus akan didatangkan sebelum launching di Makassar. Itu pun bertahap. Minimal dulu bisa mencukupi untuk satu koridor,” ungkap Yudi.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyambut baik inovasi Teman Bus.

Dia berharap, kehadiran program tersebut nantinya bisa mengurangi kemacetan yang ada dan tentunya dalam penerapannya nanti memperhatikan anatomi jalan yang ada.

“Makassar ini yang perlu diperhatikan anatomi jalannya. Ada beberapa ruas jalan yang tingkat kemacetannya padat. Ada pula yang lowong. Selain itu, moda transportasi yang sering digunakan di sini adalah petepete. Saya harap ini bisa menjadi pertimbangan saat Teman Bus hadir di Makassar,” ujar Danny.

Ia juga meminta kepada dirjen agar kiranya menjadikan angkutan umum atau petepete ini sebagai feeder dalam pengaplikasian Teman Bus nanti.

“Armada berbasis non tunai dengan bantuan aplikasi tentu menarik dan memudahkan warga. Hanya saja perlu diingat juga kalau di Makassar ada petepete. Mungkin bisa dijadikan feeder,” harapnya. (rhm)




×


Teman Bus, Angkutan Umum Non Tunai Hadir Oktober

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link