MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar mulai memberi kelonggaran terhadap aktifitas masyarakat, terutama di sektor usaha, karena PPKM saat ini sudah berstatus level II.
Geliat ekonomi mulai terasa sehingga diyakini retribusi dan pendapatan dari sektor usaha bisa meningkat.
Indikator itu membuat Perumda Parkir Makassar percaya diri menaikkan target retribusi.
Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya Irham Syah Gaffar menjelaskan, capaian retribusi parkir Makassar diprediksi meningkat sebesar 25 persen.
Saat ini, capaian rata-rata retribusi bulanan hanya sekitar Rp950 juta hingga paling tiggi Rp1 milliar, kini berpotensi meningkat menjadi Rp1,3 milliar hingga 1,4 milliar. Perubahan status tersebut dikatakan menjadi angin segar bagi direksi dan berangsur-ansur normal.
“Itu jumlah pengunjung bisa lebih maksimal, karena orientasinya kita semakin tinggi aktifitas di lapangan semakin tinggi juga pendapatan, mudah-mudahan retribusi ini kita bisa maksimalkan,” urainya.
Dia melanjutkan penargetan utama menyasar sektor hiburan, rumah bernyanyi, mall hingga rumah makan yang kini sudah dibebaskan untuk buka.
Selain itu pihaknya juga akan mengoptimalkan potensi parkir yang padat pengunjung. Pasalnya ada beberapa titik yang setoran retribusinya dilaporkan mati selama PPKM level 4 lalu.
“Kita berharap memang penurunan level ini bisa terus menurun hingga bisa hijau, sehingga potensi kita bisa lebih optimal digali,” tuturnya.
Dihubungi terpisah Humas Perumda Parkir Makassar Raya, Asrul mengatakan, salah satu contoh titik yang akan dioptimalkan yaitu Samping Mari Jalan Mawas, dimana di lokasi tersebut dilaporkan menjadi lokasi padat sebelum pemberlakuan PPKM level 4, namun setoran dilaporkan sempat mati.
“Itu tidak ada sama sekali, setelah ini karena laporan di situ hidup lagi itu sudah bisa berikan pemasukan antara 100-200 juta perhari,” ujarnya.
Menururutnya kondisi serupa banyak ditemukan, utamanya pada sekitaran sektor-sektor usaha perbelanjaan dan hiburan yang kini sudah bisa kembali aktif.
“Jadi sebenarnya itu bisa dibilang belum normal, itu bisa lebih tinggi lagi tapi itu sudah bisa dikatakan baik karena sudah aktif kembali,” ujarnya.
Selain itu kata Asrul, pihaknya juga akan mengintenskan pengawasan di titik-titik serupa untuk meminimalisir kebocoran. (rhm)

