BANJIR melanda beberapa daerah di Sulawesi Selatan baru baru ini. Banjir cukup parah terjadi di wilayah Walenrang, Luwu, Pangkep dan wilayah Sulsel lainnya.
Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil menyebabkan banjir yang berdampak di sejumlah kabupaten maupun kota yang berada di Sulsel.
Banjir adalah salah satu bencana yang kerap melanda saat musim penghujan tiba. Banyak penyebab yang menimbulkan terjadinya banjir.
Namun masyarakat sering kali melupakan bahwa banjir bisa terjadi akibat hal sepele, namun berdampak luas. Lalu apa sajakah penyebab terjadinya banjir?.
Banjir biasanya selalu melanda saat intensitas hujan tinggi. Namun, minimnya kesadaran masyarakat dan ketahuan prihal banjir sering kali banjir menimbulkan masalah, seperti kurang sigapnya warga saat terjadi banjir, serta begitu mudah masyarakat memotong pohon dan menjadikan hutan sebagai lahan pemukiman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulsel, Andi Hasbi Nur, mengatakan, salah satu penyebab banjir yakni penebangan pohon yang makin parah.Hal ini tentu akan berdampak terhadap lingkungan sehingga semakin berkurangnya pohon yang berguna untuk menyerap air.
“Banjir terjadi karena makin sedikitnya daerah resapan air, penebangan pohon. Bahkan titik serapan air justru banyak tertutup dengan aspal ataupun pembetonan, sehingga air tidak dapat meresap ke dalam lapisan tanah ,” ujar Andi Hasbi Nur, Kamis (14/10).
Andi Hasbi Nur juga meminta jangan ada penebangan pohon.
“Dari sisi keamanan dan kenyamanan harusnya jangan dipotong, tetapi cukup dipangkas saja. Ada jenis tanaman trembesi bagus, tapi untuk menyuburkan tanah. Hanya saja, memang agak rawan tumbang, dan perlu diganti sebelum besar,” tuturnya. (jun)

