pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Empat Tokoh Bone Bersaing

Siapa Realistis di Pilgub Sulsel

MAKASSAR, BKM–Sedikitnya empat tokoh asal kabupaten Bone bersaing mendapatkan simpati masyarakat dan partai politik untuk bisa maju pada kontestasi pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel 2024 mendatang.
Keempat tokoh itu yakni HAM Nurdin Halid (NH), Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Andi Fahsar M Padjalangi (AFP) dan pelaksana tugas (plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS).

NH punya pengalaman bertarung di pilgub Sulsel dua kali yakni 2012 dan 2018 lalu.
Saat pilgub 2002 digelar di DPRD Sulsel NH menggandeng Iskandar Mandji, sedangkan di 2018, NH didampingi Abd Aziz Qahhar Mudzakkar.
Beberapa jabatan pernah dipegang oleh NH, baik sebagai ketua Golkar Sulsel, wakil ketua umum DPP hingga ketua harian.
Tak hanya itu, hingga kini NH masih menjabat sebagai ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).
Adapun IAS juga pernah tercatat sebagai calon gubernur pada 2013 lalu. Sejumlah jabatan pernah dipegang mulai anggota DPRD Sulsel, Wali Kota Makassar dua periode, ketua Golkar Makassar, plt Ketua Golkar Sulsel hingga ketua DPD Partai Demokrat Sulsel.
Saat maju di pilgub, IAS juga didampingi Abd Aziz Qahhar Mudzakkar.
Adapun AFP juga memiliki pengalaman yang lengkap. Sebagai birokrat senior, AFP maju di Pilbup Bone dan berhasil terpilih sebagai bupati dua periode.
AFP bahkan mengendalikan Partai Golkar Bone selama tiga periode. Tak hanya itu, sejumlah putra dan keponakannya juga masih tercatat sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi Sulsel dan DPRD di kabupaten Bone.

Sementara itu, ASS juga memiliki keunggulan tersendiri. Meski tak memiliki pengalamam di dunia birokrasi dan pengurus partai politik, namun keluarga ASS memiliki hubungan yang sangat erat dengan elit partai politik ditingkat pusat.
Lantas siapakah yang realistis untuk ikut bertarung di pilgub nanti. Pemerhati politik dari Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus mengemukakan bila sebenarnya yang paling bagus adalah tercipta konsensus di antara mereka agar pemilih asal Bone bisa menyatu. “Tetapi tentu kondisi itu sangat sulit terjadi karena para figur ini punya kekuatan besar tersendiri. IAS paling mungkin untuk maju jika dia mampu mengkonversi usahanya dengan baik untuk menjadi 01 demokrat Sulsel,”ujar Nurmal Idris, Rabu (20/10). Tak hanya itu, Nurmal yang pernah tercatat sebagai Ketua KPU Kota Makassar ini menilai jika ASS punya kans yang lebih besar jika tetap mampu mengendalikan dengan baik parpol pendukungnya selama ini. Sementara NH masih harus melewati upaya Taufan Pawe (TP) untuk menjadi calon Golkar. “Andi Fahsar sendiri lebih berat kansnya jadi 01, namun sangat berpeluang untuk 02,”jelas Nurmal.
Pengamat politik Dr Arief Wicaksono menilai jika keempat nama yaitu IAS, NH, AFP dan ASS dimata hukum punya peluang yang sama untuk maju dalam kontestasi Pilgub Sulsel. Dalam kalkulasi politik pun keempatnya masing-masing punya kans yang sama, bahkan tiga diantaranya sudah berpengalaman pernah menjajal kerasnya arena Pilgub, yaitu IAS di 2013, NH dan ASS di 2018. “Sementara itu, Andi Fahsar meskipun belum ada pengalaman maju, namun secara meyakinkan nampaknya mampu memimpin Bone, kabupaten yang paling luas di Sulsel, dengan baik. Beberapa prestasi dan penghargaan telah diraihnya,”jelas Arief.

Namun demikian, keputusan figur, maju atau tidak maju dalam arena kontestasi pilgub ditentukan oleh rasionalitas yang kompleks. Kompleksitas rasio itu antara lain meliputi komunikasi politik antar figur, kemudian komunikasi politik antar figur dan partai politik, lalu kemampuan mensosialisasikan dirinya dengan sumberdaya yang dimiliki, kemampuan mengkapitalisasi dan mengkonversi nilai menjadi elektabilitas, dan masih banyak faktor lain yang berpengaruh.
“Dalam dimensi tersebut, IAS yang diketahui sedang membidik kursi Ketua Demokrat Sulsel, telah melakukan komunikasi politik dengan Ketua Nasdem Sulsel RMS, yang mungkin saja akan maju juga, atau justru mendorong nama lain sebagai Cagub. Akan tetapi, jika ingin mengendarai Demokrat, IAS harus dapat secepatnya bergerak untuk merebut kursi Demokrat Sulsel dari Ketua saat ini, yaitu Ni’matullah, yang didukung full DPP,”ucapnya.

Begitupula dengan NH. Dalam berbagai kesempatan, telah berulang kali menyatakan kesiapannya, meskipun pasti sedikit terganjal oleh posisi TP sebagai Ketua Golkar Sulsel saat ini, dan juga telah menyampaikan berulangkali tentang kesiapannya untuk maju.
“Andi Fahsar juga percaya diri mengamini wacana tersebut karena beliau adalah ketua partai yang bisa jadi menjadi bahan rebutan bagi calon atau partai yang lain. Akan tetapi, NH dan AFP adalah figur yang berasal dari partai yang sama dengan TP. Jadi daripada terpecah potensi suara partai, biasanya partai hanya akan mengusung 1 figur yang paling potensial saja,”jelasnya.
Kemudian ASS adalah plt gubernur yang kemungkinan akan memaksimalkan peluang majunya dengan memanfaatkan posisinya saat ini yang terhitung incumbent, dan juga merupakan adik kandung dari figur Andi Amran Sulaiman yang diberitakan akan maju sebagai cawapres. “Namun, untuk Andi Sudirman dan Andi Amran bisa maju dan menang, akan dibutuhkan banyak penggunaan sumber daya karena ada dua even yang harus dibiayai. Jadi ada kemungkinan, fokus untuk salah satunya saja. Jadi, keempat figur diatas, juga punya peluang yang paling rasional untuk tidak maju,”pungkasnya. (rif)




×


Empat Tokoh Bone Bersaing

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link