MAKASSAR, BKM — Menteri Kesehatan RI Budi Gunakin Sadikin bersama Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Kadis Kesehatan Arman Bausat, melakukan kunjungan ke kawasan center point of Indonesia (CoI) dan Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi, Kota Makassar, Selasa (2/11).
Kedua lokasi tersebut menjadi opsi lokasi pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak di Kota Makassar.
Budi mengatakan, pembangunan rumah Sakit tersebut agar rujukan untuk penyakit-penyakit kronis tidak hanya terpusat di Jakarta.
Dia menjelaskan, di Jakarta memiliki beberapa rumah sakit besar, tetapi juga memiliki rumah sakit khusus. Antara lain Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Rumah Sakit Ibu dan Anak, Rumah Sakit Kanker, dan lainnya.
“Itu kan menjadi rujukan seluruh Indonesia. Kalau penyakit kankernya berat atau penyakit jantungnya berat. Kita harus distribusikan itu supaya orang-orang di daerah timur bisa mendapatkan layanan yang sama dengan Jakarta. Akhirnya kita pilih Makassar sebagai pusat rujukan rumah sakit di Indonesia bagian Timur,” jelas Budi.
Budi menambahkan, pihaknya berencana untuk membangun rumah sakit di Kota Makassar sebagai rujukan bagi Indonesia bagian timur. Sehingga pasien dari Papua, Maluku, dan sekitarnya tidak perlu lagi ke Jakarta untuk berobat.
“Rencana kami akan bangun rumah sakit selain Wahidin, rumah sakit khusus jantung, rumah sakit khusus kanker dan rumah sakit khusus stroke. Karena itu penyakit-penyakit yang harus (penindakan) sangat cepat,” jelasnya.
“Kasian kalau teman-teman di timur harus terbang jauh sampai ke jakarta karena kualitasnya. Jadi saya harap ini adalah salah satu alternatif lokasi yang kita lihat,” tambah Budi.
Sementara untuk ketetapan lokasi, Budi mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan yang paling cocok sebagai lokasi rumah sakit rujukan.
“Kita sedang lihat dimana yang kira-kira paling cocok. Paling mudah dijangkau,” ujarnya.
Rencananya, pembangunan Rumah Sakit Otak Pusat Nasional di Makassar mulai dilakukan pada tahun 2022 mendatang. (jun)

