pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PTM Dibagi Dua Sesi, Murid Dibatasi 14 Orang

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Kamis (4/11), simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) untuk murid SD mulai dilaksanakan. Sebanyak 70 sekolah dengan rincian lima sekolah setiap kecamatan, di luar Kecamatan Sangkarrang, secara serentak akan melaksanakan PTM.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Makassar Nielma Palamba mengatakan, semua sekolah yang melaksanakan PTM tahap pertama sudah melewati proses verifikasi faktual yang dilakukan tim dari Disdik. Khususnya terkait persyaratan penerapan protokol kesehatan.
Selain itu, dipertimbangkan sekolah-sekolah yang berada dalam satu kompleks. Alasannya, agar memudahkan mobilitas nakes untuk melakukan tes antigen.

“Sekolah dipastikan menyediakan sarana prasarana terstandarisasi. Misalnya menyediakan tempat cuci tangan. Kemudian mengatur jarak siswa dalam kelas dengan kapasitas 50 persen,” ungkap Nielma.
Syarat lain yang harus dipenuhi adalah pihak sekolah harus membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid untuk mengontrol dan memantau PTM berjalan sesuai protokol kesehatan. Dan yang terpenting adalah siswa yang ingin ikut proses PTM harus mendapat persetujuan dari orang tua. Persetujuan harus dilakukan secara tertulis.
Menurut Nielma, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam proses PTM ini karena murid SD belum masuk kategori penerima vaksin. Khusus untuk murid yang belum mendapat persetujuan orang tua untuk mengikuti proses PTM, sekolah masih tetap akan melaksanakan belajar daring.
Sebelum proses tatap muka, sama seperti siswa SMP, murid SD juga harus mengikuti tes antigen. Selain itu, sebelum PTM, juga dilakukan proses sterilisasi di sekolah untuk memastikan kondisi betul-betul aman.
Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar Amalia Malik mengatakan, setiap murid mendapat jatah PTM dua kali sepekan. Mekanismenya, siswa kelas lima dan enam dijadwalkan di hari pertama. Hari kedua kelas tiga dan empat, hari ketiga kelas satu dan dua. “Begitu seterusnya dalam sepekan. Murid SD dua kali PTM dan empat kali PJJ,” ucap Amalia Malik.
Amalia melanjutkan, siswa yang PTM dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 07.30-10.00 Wita. Sementara sesi kedua 10.00-12.30 Wita. Jumlah murid dalam kelas dibatasi, Hanya bisa maksimal 14 orang. “Jumlah untuk satu sesi dan waktu maksimal satu sesi itu 2,5 jam,” tandasnya.
Hingga kemarin, Disdik telah menuntaskan verifikasi faktual terhadap sekolah yang memenuhi syarat untuk PTM. Dua kecamatan yang sebelumnya masih menjalani verifikasi, masing-masing Wajo dan Ujung Tanah, telah ditetapkan sekolahnya. Empat sekolah di Kecamatan Wajo yang lolos verifikasi, yakni UPT SPF SD Negeri Melayu, UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah, SD Aisyiyah Muhammadiyah 3, dan UPT SPF SD Negeri Sangir
Sementara di Ujung Tanah, yaitu UPT SPF SD Inpres Tabaringan, UPT SPF SD Inpres Tabaringan 1,
UPT SPF SD Inpres Cambaya 1, UPT SPF SD Inpres Cambaya 2, dan UPT SPF SD Negeri Ujung Tanah 2.
SD Inpres Kassi-kassi 1 menjadi salah satu sekolah yang akan melaksanakan PTM tahap pertama. Pihak sekolah telah mempersiapkan diri.
”Ruangan sudah disiapkan dan disemprot desinfektan. Juga disediakan hand sanitizer dan masker,” ujar Kepala Sekolah Dahliah.
Selain penerapan prokes, pihak sekolah juga membuat surat persetujuan orangtua murid. Mereka yang mengikuti PTM dibagi dua sesi, agar proses pembelajaran lebih efektif. (rhm-pkl)



×


PTM Dibagi Dua Sesi, Murid Dibatasi 14 Orang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link